Selain talud, warga juga mengusulkan perbaikan jembatan tambat kapal, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pengadaan peti fiber untuk menunjang aktivitas nelayan.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Kalbi Erdiyansyah mengakui bahwa usulan masyarakat merupakan kebutuhan yang sangat vital. Meski menyadari kondisi fiskal daerah yang terbatas, ia berkomitmen untuk mengawal usulan tersebut masuk dalam skala prioritas pembangunan.
“Memang kondisi fiskal daerah kita saat ini belum terlalu kuat. Namun, sebagai wakil rakyat, saya akan berusaha maksimal agar aspirasi warga dalam reses ini dapat terakomodasi dalam program pembangunan pemerintah daerah,” tutur Kalbi.
Ia menegaskan bahwa reses adalah momentum krusial untuk mendengar suara langsung dari konstituen. Catatan mengenai kebutuhan dasar seperti akses jalan, air bersih, hingga perlindungan wilayah pesisir akan menjadi bahan pembahasan utama di DPRD.
“Saya berharap aspirasi ini tidak sekadar menjadi catatan, tetapi benar-benar terealisasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” Kalbi memungkas.
Penulis: Nanang Sofyan
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post