Kepala BPS Sinjai, Syamsuddin mengungkap kendala utama terletak pada keterlambatan pengumpulan dan penginputan data. Kondisi ini menurunkan kualitas data, padahal data komprehensif dibutuhkan untuk mendukung implementasi Satu Data Indonesia dan persiapan Sensus Ekonomi Nasional 2026.
Melalui rapat ini, pemerintah daerah menarget peningkatan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral dengan nilai EPSS mencapai 2,60 atau predikat Baik pada tahun 2026. Evaluasi dilakukan selama sembilan bulan, mulai dari tahap persiapan hingga pelaporan ke Kementerian PAN-RB pada November mendatang.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Sinjai, Mansyur menyebut evaluasi ini akan menetapkan indikator dan parameter penilaian sebagai dasar mengukur keandalan data sektoral. Tahun ini, dua lokus penilaian difokuskan pada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
Pemkab Sinjai menarget seluruh rekomendasi evaluasi sebelumnya, ditindaklanjuti secara konkret guna memastikan integrasi data dan peningkatan mutu perencanaan pembangunan daerah.
Penulis: Nafsul Muthmainnah
Editor: Amrullah Andi Faisal
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post