Pendekatan ini dimulai dari membangun kesadaran guru sebagai agen perubahan. Saat pembelajaran berpusat pada siswa, siswa akan tumbuh menjadi pembelajar yang mandiri, kritis, dan kolaboratif.
“Workshop ini menjadi wujud nyata komitmen kami untuk mendorong perubahan pendidikan melalui penguatan kapasitas guru dalam berkolaborasi, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi, sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh siswa di berbagai pelosok Indonesia,” jelas Juliana.
Dampak dari workshop ini pun dirasakan langsung oleh para peserta, terutama dalam mendorong cara pandang baru terhadap proses belajar mengajar di kelas.
Tidak hanya menghadirkan wawasan mengenai metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa saat ini, pelatihan ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk berefleksi, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat untuk terus berkembang sebagai pendidik.
Hal tersebut disampaikan oleh Rauda Alia (Guru SD Insan Kamil Bogor), salah satu peserta workshop, yang mengaku mendapatkan banyak inspirasi baru dari materi dan sesi diskusi yang berlangsung selama kegiatan.
Workshop ini, kata dia, sangat membuka wawasannya tentang pentingnya menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, relevan, dan berpihak pada kebutuhan anak-anak di era sekarang.
Materi dan sharing yang disampaikan memberikan semangat baru bagi Rauda untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan di kelas, sekaligus memotivasinya untuk terus berkembang sebagai pendidik.
“Ke depannya, saya berharap berbagai insight yang didapat, seperti penerapan collaborative learning, penguatan critical thinking siswa, serta penggunaan media pembelajaran yang lebih dekat dengan keseharian anak, dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar,” ungkap Rauda.
Selama 25 tahun, PSF meyakini bahwa investasi pada pendidik merupakan langkah penting untuk menciptakan perubahan pendidikan yang berkelanjutan.
Melalui berbagai program pengembangan guru yang telah menjangkau lebih dari 34 provinsi di Indonesia, PSF terus memperluas dampaknya, dari sekolah di perkotaan hingga daerah dengan keterbatasan akses, guna mendorong pengalaman belajar yang lebih inklusif, relevan, dan berdampak bagi generasi masa depan Indonesia.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post