• Latest
  • Trending
  • All
  • #Headline
  • Advetorial
  • Kepulauan
  • Daratan

Ironi Umat: Berebut Sujud di Tanah Suci, Meninggalkan Masjid di Tanah Air

21 Mei 2026

Kader Potensial PWI Sultra Siap Tarung di Konferprov 2026

6 Juli 2026

Hashim Djojohadikusumo Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia

4 Juli 2026

Akrobat Politik KPK di Sumut Menyasar Ondim!

4 Juli 2026

The 40th Infobrand Forum Kupas Strategi Affiliate Marketing-Apresiasi Brand Berprestasi

2 Juli 2026

Pemkab Mubar Evaluasi Kinerja-Tata Langkah Perebutan Program Nasional

2 Juli 2026

Kawal Persiapan PON 2028, Kemenpora Rakor Bersama KONI-Kejagung

2 Juli 2026

BKN Pastikan Informasi PPPK dari Akun Palsu FB yang Catut Nama Prof. Zudan Adalah Hoaks

2 Juli 2026

Kesaksian Dosen di MK Tegaskan Urgensi Jaminan Gaji Pokok yang Layak

1 Juli 2026

Ritual Air Kehidupan Warnai Kunjungan Rombongan PWI ke Gunung Padang

1 Juli 2026

Dosen-Mahasiswa Gugat Pengangkatan Adies Kadir Sebagai Hakim Konstitusi ke PTUN

1 Juli 2026

Seleksi CAT Sekolah Rakyat Siap Dimulai Serentak 13 Juli di 42 Titik

1 Juli 2026

Pertamina Sulawesi Perkuat Literasi Keuangan UMKM Gorontalo

1 Juli 2026
Senin, 6 Juli 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Profil
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Hak Jawab
Penasultra.id
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
Penasultra.id
No Result
View All Result
  • #Headline
  • PenaPembaca
  • PenaHealth
  • PenaKuliner
  • PenaOto
  • LayarPena
  • PenaSport
  • LensaPena
  • FigurPena
ADVERTISEMENT
Home PenaPembaca

Ironi Umat: Berebut Sujud di Tanah Suci, Meninggalkan Masjid di Tanah Air

Refleksi tentang ketimpangan kondisi umat Islam di tanah air dan di Masjidil Haram

Redaksi Penasultra.id by Redaksi Penasultra.id
21 Mei 2026
in PenaPembaca
A A
0

Jamaluddin Abu Faqih. Foto: Ist

61
SHARES
608
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Oleh: Jamaluddin Abu Faqih

Sebuah Pemandangan yang Memilukan

Bagi mereka yang pernah menunaikan ibadah haji atau umrah, ada satu pemandangan yang tidak akan pernah hilang dari ingatan: lautan manusia yang berjuang—bukan sekadar datang—untuk satu petak kecil tempat sujud di Masjidil Haram.

Satu hingga dua jam sebelum azan berkumandang, sajadah-sajadah telah digelar. Kaki-kaki berlomba menyusuri pelataran. Punggung-punggung saling berhimpit di pintu-pintu masuk. Sebagian harus rela duduk di pelataran terik, sebagian lain diusir lembut oleh askar karena memenuhi jalur thawaf, dan tidak sedikit yang akhirnya shalat di tangga, di lorong, bahkan di pinggir jalan yang jauh dari pintu masjid.

Mereka berjuang. Untuk apa? Hanya untuk satu rakaat di hadapan Ka’bah. Lalu mata kita kembali pada negeri sendiri. Di sudut-sudut kampung dan kompleks perumahan tanah air, berdiri masjid-masjid megah dengan kubah berkilau, karpet tebal, pendingin udara yang dingin, dan menara yang menjulang. Jaraknya hanya beberapa puluh langkah dari rumah. Tidak ada askar yang mengusir, tidak ada lautan manusia yang berdesak-desakan, tidak ada perjuangan waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan.

Namun ketika muazin selesai mengumandangkan iqamah, yang berdiri di belakang imam tidak lebih dari satu shaf. Kadang setengah shaf. Kadang hanya tiga atau empat orang tua yang sudah renta.

Ironi ini bukan sekadar ironi statistik. Ia adalah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh setiap kita sebagai seorang muslim: Ada apa dengan hati kita?

Memakmurkan Masjid: Tanda Iman, Bukan Sekadar Pelengkap Bangunan

Baca Juga

Rahasia Kesehatan Jantung di Balik Tawaf

Pakai Tri Ibadah ke Tanah Suci, Tak Perlu Ganti Paket saat Pindah Negara

Jenderal Dudung Jalankan Mandat Negara Kawal Pelaksanaan Ibadah Haji

Koneksi Lancar di Tanah Suci dengan Paket IM3 SimpelRoam Haji

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan dalam kitab-Nya, siapa sebenarnya yang berhak memakmurkan rumah-rumah-Nya:

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah [9]: 18).

Ayat ini menempatkan “memakmurkan masjid” bukan sebagai amalan tambahan, melainkan sebagai tanda dari iman itu sendiri. Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Allah mempersaksikan iman bagi orang yang memakmurkan masjid—dan sebaliknya, sepinya seseorang dari masjid adalah pertanda lemahnya iman dalam hati.

Di tempat lain, Allah menggambarkan sosok orang-orang yang sesungguhnya layak menjadi penghuni masjid:

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang.” (QS. An-Nur [24]: 36-37).

Perhatikan pilihan kata Allah: rijaalun—laki-laki dalam makna penuh keberanian dan kesungguhan. Bukan sekadar laki-laki biologis, melainkan laki-laki yang dadanya cukup kuat untuk meninggalkan dunia sejenak demi panggilan Tuhannya.

Keutamaan Shalat Berjamaah: 27 Derajat yang Kita Tinggalkan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Al-Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma).

Bayangkan ini dalam perhitungan yang sederhana: satu kali shalat berjamaah bernilai 27 kali shalat sendirian. Jika dalam satu hari ada lima waktu shalat, maka seorang muslim yang konsisten berjamaah secara matematis mendapatkan pahala setara dengan 135 kali shalat sendirian setiap hari. Dalam sebulan: lebih dari 4.000. Dalam setahun: hampir 50.000.

Bandingkan dengan saudara kita yang bersusah payah datang ke Masjidil Haram. Satu shalat di sana setara dengan 100.000 shalat di tempat lain (HR. Ahmad, dishahihkan oleh sebagian ulama). Mereka tahu nilainya. Mereka mengejarnya dengan keringat dan air mata. Sementara kita—yang hanya beberapa langkah dari masjid—membiarkan 27 derajat itu lewat begitu saja, lima kali dalam sehari.

Ancaman Keras bagi yang Mendengar Azan namun Tetap di Rumah

Mungkin sebagian kita berkata: “Yang penting shalat. Berjamaah atau sendiri, sama saja.” Mari kita dengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut, agar tidak ada lagi keraguan dalam hati:

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berniat memerintahkan agar dikumpulkan kayu bakar, lalu aku perintahkan agar dikumandangkan azan untuk shalat, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami manusia, lalu aku akan mendatangi orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah dan aku akan membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 644 dan Muslim no. 651, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

Sebuah hadits yang membuat hati siapa pun yang masih hidup imannya akan gemetar. Nabi yang dikenal sebagai rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi semesta alam—bisa mengeluarkan ancaman sekeras ini. Apa yang membuat beliau begitu tegas? Karena meninggalkan shalat berjamaah tanpa udzur syar’i adalah ciri kemunafikan, dan tidak ada penyakit hati yang lebih berbahaya dari kemunafikan.

Lebih lugas lagi, dalam riwayat lain: “Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang ada pada kedua shalat tersebut, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

“Walaupun dengan merangkak.” Subhanallah. Saudara-saudara kita di Masjidil Haram mungkin tidak pernah membaca hadits ini, tetapi mereka mempraktikkannya—berjalan jauh, berdesakan, dan rela duduk di pelataran panas demi satu shalat. Sementara kita yang mengaku hafal hadits-hadits ini, justru memilih kasur dan layar gawai daripada panggilan azan yang terdengar jelas di telinga.

Kisah Ibnu Ummi Maktum: Pelajaran dari Sahabat yang Buta

Ada satu kisah yang seharusnya menampar setiap muslim yang sehat jasmani namun malas ke masjid. Ibnu Ummi Maktum radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang buta, datang menemui Rasulullah dan berkata:

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki penuntun yang membimbingku ke masjid. Apakah engkau memberi keringanan kepadaku untuk shalat di rumah?” Rasulullah memberi keringanan. Tetapi ketika sahabat itu berbalik pergi, Nabi memanggilnya kembali dan bertanya:

“Apakah engkau mendengar panggilan adzan untuk shalat?” Sahabat itu menjawab: “Ya.” Beliau bersabda: “Maka penuhilah panggilan itu.” (HR. Muslim no. 653).

Seorang yang buta, tanpa penuntun, tetap diperintahkan datang ke masjid selama telinganya masih bisa mendengar suara muazin. Lalu apa alasan kita—yang matanya sehat, kakinya kuat, dan rumahnya hanya selemparan batu dari masjid—untuk tidak datang?.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ibadah HajiIbadah UmrahJamaluddin Abu FaqihMasjidil HaramTanah Suci
Share24Tweet15SendShare
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pasang Iklan Penasultra

Ikuti Kami :

ADVERTISEMENT
Previous Post

SMSI dan Abpednas Jajaki Kolaborasi Nasional untuk Penguatan Desa

Next Post

Teknologi-Guru Bergerak Bersama: PSF Dorong Pembelajaran yang Lebih Berdampak

RelatedPosts

Akrobat Politik KPK di Sumut Menyasar Ondim!

4 Juli 2026

Air Hujan Butuh Jalan: Saatnya Kendari Serius Benahi Drainase

30 Juni 2026

Ketika Kesalahan Sistem Merugikan Masyarakat

19 Juni 2026

Rahasia Kesehatan Jantung di Balik Tawaf

23 Mei 2026

Menjaga Kebenaran Informasi di Era Disrupsi Media

18 Maret 2026

Advokat Perempuan dan Masa Depan Integritas Profesi Hukum

16 Maret 2026
Load More
Next Post

Teknologi-Guru Bergerak Bersama: PSF Dorong Pembelajaran yang Lebih Berdampak

Discussion about this post

PenaEkobis

PenaEkobis

The 40th Infobrand Forum Kupas Strategi Affiliate Marketing-Apresiasi Brand Berprestasi

by Redaksi Penasultra.id
2 Juli 2026
0

PENASULTRAID, JAKARTA – Perkembangan brand-brand Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin positif. Berbagai brand nasional berhasil memperkuat...

Read moreDetails

OJK Sultra Gandeng FKIJK Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

29 Juni 2026

Pertamina Tingkatkan Penyaluran dan Perkuat Distribusi BBM di Sejumlah Wilayah

28 Juni 2026

Simpanan Aman di Atas 90 Persen, LPS Imbau Nasabah Cermat Pilih Bunga Bank

27 Juni 2026

OJK Minta TAFS Benahi Tata Kelola dan Perkuat Pengawasan Pihak Ketiga

27 Juni 2026

Recommended Articles

Pertamina Sulawesi Adakan Donor Darah

9 Maret 2024

Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor di NTB Lampaui Target

18 Juni 2023

15 Tahun Terpecah, Kini Lembaga Adat Kesultanan Buton Kembali Dipersatukan

6 Agustus 2024

Asmo Sulsel Hadirkan Promo Spesial Kartini Day

22 April 2025

Gerindra Baubau Bersama ASR Salurkan Bantuan Gerobak untuk PKL

10 Juli 2021
Load More

Populer Minggu Ini

  • Air Hujan Butuh Jalan: Saatnya Kendari Serius Benahi Drainase

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • Akrobat Politik KPK di Sumut Menyasar Ondim!

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Pemkab Mubar Evaluasi Kinerja-Tata Langkah Perebutan Program Nasional

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Hashim Djojohadikusumo Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia

    3 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Kesaksian Dosen di MK Tegaskan Urgensi Jaminan Gaji Pokok yang Layak

    3 shares
    Share 1 Tweet 1
logo penasultra

penasultra.id
PT Pena Sultra Grup
(Penerbit/Pengelola Penasultra.id)
NPWP: 93.591.690.8-811.000

Kontak »

Advetorial

Peluh Prajurit TMMD 125 Jadi Harapan Baru Warga Nekudu Konawe

Evaluasi Pilkada 2024, Cara KPU Sultra Siapkan Strategi Pemilu Lebih Berkualitas

KPU Sultra Resmi Tetapkan Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih 2025-2030

Link Corner

  • Dewan Pers
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Serikat Media Siber Indonesia
  • Siberindo.co
  • Dinamikasultra.com
  • Triaspolitika.id
  • Metrosultra.id
  • Bikasmedia.com

  • Profil
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Hak Jawab
  • Kontak
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️

error: Maaf tidak bisa.!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
SMSI - Dewan Pers Penasultra.id

Ikuti Kami :

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️