Saat ini, proses pengadaan sedang dalam tahap tinjauan (review) oleh pihak Inspektorat dan Biro Hukum guna memastikan seluruh prosedur sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Dengan anggaran yang ada saat ini, harapan bapak gubernur paling tidak tahun ini ada dua unit ambulans laut yang disiapkan. Saat ini masih proses review agar pengadaan barangnya tertib secara administrasi dan hukum,” beber dr. Andi Edy.
Ke depan, katanya, target jangka panjang adalah memastikan setiap kabupaten/kota yang memiliki wilayah kepulauan di Sultra memiliki armada ambulans laut sendiri.
Mengenai operasional dua unit pertama ini, dr. Andi Edy menuturkan bahwa pengelolaan sementara akan berada di bawah wewenang Pemprov Sultra. Namun, titik penempatan unit tersebut masih akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan gubernur.
“Untuk operasionalnya, sementara akan dipegang oleh Provinsi. Terkait penempatannya di kabupaten mana saja, kami akan melakukan audiensi kembali dengan bapak gubernur untuk mendapatkan arahan lebih lanjut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan,” dr. Andi Edy memungkas.
Melalui program prioritas ini, diharapkan angka keselamatan pasien di wilayah kepulauan dapat meningkat secara signifikan, serta memangkas waktu tempuh rujukan medis sehingga masyarakat mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan aman.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post