PENASULTRA.ID, KENDARI – Efisiensi bahan bakar yang mencapai 50 persen lebih irit dibanding kendaraan konvensional menjadikan lini Toyota Hybrid sebagai solusi “paling aman” bagi pemudik di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada musim mudik 2026 ini.
Dengan klaim konsumsi BBM yang sangat hemat, masyarakat kini bisa menempuh perjalanan lintas kabupaten tanpa perlu sering mampir ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin mengatakan, teknologi hybrid bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan konkret di tengah fluktuasi harga BBM.
“Masyarakat butuh kendaraan yang serba efisien untuk perjalanan jarak jauh, dan Toyota Hybrid menjawab itu dengan performa motor listrik yang bertenaga meski di jalur ekstrem sekalipun,” kata Suliadin.
Menurutnya, tren kendaraan ramah lingkungan di Sultra terus menanjak tajam. Data internal Kalla Toyota mencatat, sepanjang tahun 2025, sebanyak 300 unit mobil Toyota Hybrid telah mengaspal di seluruh wilayah Bumi Anoa.
Kehadiran model seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, Corolla Cross Hybrid, hingga Camry Hybrid menjadi bukti nyata keseriusan Toyota dalam menghadirkan kendaraan elektrifikasi di berbagai segmen, mulai dari MPV keluarga hingga sedan premium.
Suliadin mengungkapkan, teknologi hybrid yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik secara otomatis menjadi daya tarik utama. Selain emisi lebih rendah dan pengalaman berkendara yang lebih senyap, efisiensinya diklaim 40 hingga 50 persen lebih irit dibandingkan kendaraan konvensional.
“Performanya sangat andal karena motor listrik memberikan tambahan tenaga, terutama saat melewati jalur ekstrem,” ujar Suliadin.
Menyambut musim mudik Maret-April 2026, efisiensi menjadi variabel krusial bagi masyarakat Sultra yang kerap menempuh perjalanan lintas kabupaten.


Discussion about this post