“Berbagai multi-etnis yang ada di Konsel hari ini tumpah ruah memberikan warna yang satu. Kita memperlihatkan rasa syukur atas umur kabupaten yang semakin dewasa. Ayo bersama kita sukseskan program Konsel Setara,” tegas Saiful.
Pawai tidak hanya diisi oleh barisan formal instansi pemerintah, tetapi juga diramaikan oleh aksi budaya tarian dan musik tradisional dari berbagai suku. Penampilan dari organisasi musik Konsel. Kehadiran Ormas Tamalaki yang menambah kekhasan budaya lokal.
Penutup acara ditandai dengan momen bupati dan jajaran OPD melakukan tarian Lulo bersama, simbol peleburan sekat antara pemimpin dan rakyat.
Kemeriahan ini menjadi bukti bahwa di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya, masyarakat Konawe Selatan tetap berdiri teguh dalam satu semangat persatuan menuju masa depan daerah yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post