PENASULTRA.ID, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membukukan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025. Total aset LPS tercatat tumbuh 13,6 persen menjadi Rp276,2 triliun (unaudited) dengan perolehan surplus mencapai Rp33,8 triliun.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, mengungkapkan bahwa selain pertumbuhan aset, Cadangan Penjaminan LPS juga meningkat 13,3 persen menjadi Rp213,4 triliun.
“LPS juga berkontribusi pada negara melalui pembayaran pajak sebesar Rp3 triliun dan investasi pada SBN senilai Rp51,4 triliun,” tutur Azhar, Kamis 22 Januari 2026.
Farid juga menyoroti efektivitas resolusi bank. Sejak berdiri, LPS telah melikuidasi 1 bank umum, 130 BPR, dan 16 BPRS. Kecepatan pembayaran klaim pun meningkat signifikan, dari semula 14 hari kerja pada lima tahun lalu, kini menjadi hanya 5 hari kerja.
Menatap tahun 2026, Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menetapkan visi “The Great Leap” atau Lompatan Besar. Program strategis 20126 mencakup persiapan Penjaminan Polis Asuransi yang ditargetkan implementasi pada 2027 dan digitalisasi IT BPR untuk penguatan sistem.


Discussion about this post