PENASULTRAID, KONAWE SELATAN – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Konawe Selatan (Konsel) resmi meluncurkan Pasar Tani PKS serta Sekolah Tani, Ternak, dan Nelayan pada Sabtu 14 Februari 2026 di Desa Lalonggombu, Kecamatan Andoolo.
Acara yang mengusung tema besar “Petani, Peternak, dan Nelayan Kuat, Indonesia Berdaulat” ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dipimpin langsung oleh DPP PKS secara serentak di seluruh Indonesia.
Untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), Desa Lalonggombu dipilih sebagai titik pusat peluncuran yang dihadiri oleh pengurus DPW PKS Sultra serta perwakilan pengurus dari kabupaten/kota se-Sultra.
Fokus utama dalam peluncuran ini adalah hilirisasi produk kelapa. PKS memperkenalkan pengolahan sabut kelapa yang selama ini dianggap limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti cocofiber (serat sabut) dan cocopeat (media tanam), serta produk pangan seperti coco-jelly dan nata de coco.
Ketua DPD PKS Konsel, Anjar Wahyu Widianto menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk aksi nyata partai dalam membangun kemandirian ekonomi kader dan masyarakat.
“Kita ingin membangun kemandirian ekonomi. Selama ini sabut kelapa hanya terbuang atau dibakar menjadi sampah. Hari ini kita tingkatkan nilainya. Kami menangkap peluang untuk menjadikan sabut kelapa sebagai komoditas yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Anjar.
Anjar menjelaskan bahwa kebutuhan cocofiber di pasar global sangat besar, terutama dari negara-negara seperti Cina, India, dan Amerika Serikat. Produk ini digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan jok pesawat terbang, otomotif, hingga matras berkualitas tinggi.
Selain pasar ekspor, produk olahan ini juga telah terserap oleh industri dalam negeri, termasuk sektor pertambangan untuk kebutuhan reklamasi lahan.
“Permintaan dari Cina untuk matras luar biasa besar. Bahkan saat ini, kami sudah mulai memenuhi permintaan dari perusahaan tambang untuk kebutuhan reklamasi pasca-tambang. Ini adalah kewajiban undang-undang, dan kami hadir untuk mengisi kebutuhan industri tersebut melalui cocofiber dan cocopeat,” terangnya.


Discussion about this post