Melalui Sekolah Tani, Ternak, dan Nelayan, PKS berkomitmen memberikan pembekalan berkelanjutan bagi para petani agar mampu beradaptasi dengan teknologi dan ekosistem digital.
Program ini tidak hanya mengajarkan aspek teori, tetapi juga praktik lapangan seperti penggunaan media tanam organik dan peningkatan produktivitas pohon kelapa.
“Sekolah Tani adalah upaya meningkatkan SDM petani kita agar lebih modern. Kita akan membangun ekosistem digital marketing yang baik. Harapannya, produk petani Konawe Selatan tidak hanya dikenal secara lokal, tapi mampu menembus pasar lintas provinsi hingga ekspor,” jelas Anjar.
PKS Konawe Selatan juga berencana memperluas jaringan dengan menggandeng mitra bisnis di kabupaten lain untuk menjaga stabilitas kapasitas produksi. Pabrik di Lalonggombu akan difungsikan sebagai pusat pemasaran (marketing hub) dan edukasi.
Kedepan, PKS juga akan menyasar pengolahan air kelapa yang selama ini menjadi limbah berbau di lingkungan petani koping menjadi produk nata de coco.
“Tugas kami adalah sebagai akselerator bagi para petani. Kami carikan teknologinya, kami buatkan pabriknya, dan kami siapkan jalur pemasarannya. Dengan jaringan yang luas, petani akan lebih bersemangat karena mereka tidak hanya tahu cara memproduksi, tapi juga tahu ke mana harus menjual,” pungkasnya.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post