PENASULTRAID, KONAWE SELATAN – Sejumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mengeluhkan kelangkaan dan melonjaknya harga bahan baku pakan ternak berupa jagung dan dedak.
Kondisi ini disebut-sebut terjadi setelah sebagian besar gabah dan jagung petani terserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).
Salah satu peternak ayam petelur di Kecamatan Andoolo, Mahfud mengaku sejak dua bulan terakhir kesulitan memperoleh jagung pakan dengan harga terjangkau. Jika sebelumnya jagung bisa dibeli langsung dari petani dengan harga stabil, kini harganya melonjak dan sulit didapatkan.
“Dulu kami beli langsung dari petani, harganya masih terjangkau. Sekarang jagung jarang, harga bervariasi mulai Rp6.000 sampai Rp8.000 per kilogram. Dedak juga susah,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.
Menurut Mahfud, lonjakan harga pakan berdampak langsung pada biaya produksi. Pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur, mencapai sekitar 60–70 persen dari total biaya operasional.
“Kalau harga pakan naik terus, sementara harga telur tidak ikut naik, kami jelas merugi. Bahkan produksi telur ikut menurun, baik dari sisi jumlah maupun kualitas,” terangnya.
Peternak lainnya, Yus, menyebutkan bahwa kualitas telur turut terpengaruh akibat perubahan komposisi pakan. Ia terpaksa mencampur bahan alternatif untuk menekan biaya, namun hasilnya tidak maksimal.
“Telur jadi lebih kecil, cangkangnya juga kadang lebih tipis. Ini karena asupan nutrisi ayam tidak seimbang akibat bahan baku mahal dan terbatas,” jelasnya.
Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan telur menjelang bulan suci Ramadan. Permintaan pasar biasanya melonjak signifikan, belum lagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut meningkatkan kebutuhan protein hewani, khususnya telur dan daging ayam.
Para peternak menilai, sektor peternakan seharusnya menjadi bagian penting dari upaya negara mewujudkan swasembada pangan, tidak hanya dari sisi beras tetapi juga protein hewani.
Akibat kelangkaan di tingkat lokal, sejumlah peternak terpaksa mendatangkan jagung pakan dari Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, biaya transportasi membuat harga pakan semakin tinggi.


Discussion about this post