PENASULTRAID, KONAWE SELATAN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Laonti untuk tahun anggaran 2027 resmi digelar di Balai Desa Labuan Beropa, Sabtu 28 Februari 2026.
Musrenbang ini mengusung tema “Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemenuhan Infrastruktur Dasar dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan yang Berkelanjutan, serta Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel Menuju Konawe Selatan yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera.”
Musrenbang tingkat kecamatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Laonti, Ashar dan musrembang dipimpin oleh Ketua DPRD Konawe Selatan (Konsel), Hamrin. Turut hadir Ketua Tim Musrenbang titik Laonti, Edi, unsur TNI, Polsek Laonti, BPD, perwakilan OPD dan Bappeda, kepala desa, serta kepala sekolah SD dan SMP se-Kecamatan Laonti.
Camat Laonti, Ashar dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, terutama dari wilayah terpencil di Laonti yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh usulan masyarakat, khususnya terkait pendidikan, infrastruktur dasar, dan pelayanan publik di wilayah kepulauan seperti Laonti, dapat terakomodir dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujar Ashar.
Ketua DPRD Konsel, Hamrin yang memimpin jalannya Musrenbang memberikan atensi khusus terhadap berbagai usulan prioritas yang disampaikan oleh kepala desa dan kepala sekolah secara bergiliran.
Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Laonti, terutama terkait pendidikan dan infrastruktur dasar, akan menjadi perhatian serius dalam pembahasan di tingkat kabupaten.
“Saya menaruh atensi khusus terhadap usulan prioritas masyarakat Laonti, mulai dari pembangunan jembatan, drainase, talud bronjong, lampu tenaga surya, hingga dukungan operasional pendidikan. Ini menyangkut akses dasar dan masa depan generasi kita,” tegasnya.
Hamrin juga menyoroti kebutuhan mendesak di sektor pendidikan seperti RKB (Ruang Kelas Baru), drainase area sekolah, hingga pendamping kerja sosial.


Discussion about this post