PENASULTRAID, KONAWE SELATAN – Usai mengetahui adanya musibah angin puting beliung yang menerjang Desa Leleka, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Kamis 8 Januari 2026, Baznas Sulawesi Tenggara (Sultra) langsung bergerak turun ke lokasi.
Ketua Baznas Sultra, Punardin menyatakan komitmennya untuk membantu warga terdampak, tidak hanya dalam masa tanggap darurat, tetapi juga pemulihan pascabencana.
“Kami segera menurunkan bantuan berupa tenda darurat, dan mempersiapkan bantuan pembangunan rumah hunian baru dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan,” ujarnya.
Punardin menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mempercepat penanganan.
“Kami sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Pemda Konsel dan Pemda Provinsi. Selain penanganan darurat, kami juga berkoordinasi dengan Baznas kabupaten untuk bantuan sembako,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Punardin turut pula mengimbau masyarakat Sultra agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.
“Cuaca ekstrem dan anomali iklim akhir-akhir ini harus menjadi perhatian kita bersama. Jika terjadi bencana, segera lakukan koordinasi agar penanganan bisa cepat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Baznas Konsel, Jufri memastikan bantuan sembako akan segera disalurkan kepada korban bencana.
“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi, kami siap menyalurkan bantuan sembako paling lambat Senin, 12 Januari 2026,” ungkapnya.
Dalam peninjauan dan pertemuan singkat di lokasi bencana, turut hadir Polsek Wolasi, Babinsa, relawan Kementerian Sosial, Kepala Desa Leleka, tokoh masyarakat, Ketua PKK Kecamatan Wolasi, serta Puskesmas Wolasi.
Sedikitnya enam rumah warga terdampak, dengan rincian satu rumah rusak berat, sementara lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Peristiwa ini juga mengakibatkan seorang anak mengalami luka di bagian kepala.
Salah seorang warga korban bencana mengungkapkan, kejadian berlangsung begitu cepat. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut tiba-tiba disusul pusaran angin kencang yang memutar dan menghantam permukiman warga.
“Awalnya hujan deras, lalu tiba-tiba ada angin berputar seperti lingkaran. Rumah kami langsung dihantam. Anak kami terluka di bagian kepala karena benturan kayu rumah,” ujarnya dengan suara bergetar, Jumat 9 Januari 2026.


Discussion about this post