Senada dengan itu, Rusnia, salah satu warga Desa Leleka menuturkan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di kebun. Anak perempuannya yang berusia 14 tahun berada sendirian di rumah.
“Saya tidak ada di rumah waktu kejadian. Anak saya sendirian, kepalanya terbentur benda keras. Sekarang masih dalam perawatan,” kata Rusnia lirih.
Menanggapi bencana tersebut, Pemerintah Desa Leleka bersama Pemerintah Kecamatan Wolasi langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Selatan, serta unsur terkait lainnya.
Bantuan darurat berupa kasur lipat dan makanan siap saji telah disalurkan kepada warga terdampak.
Camat Wolasi, Bakri mengatakan bahwa bencana yang terjadi tidak hanya menimpa Desa Leleka.
“Selain enam kepala keluarga yang terdampak angin puting beliung di Desa Leleka, kami juga menangani banjir yang menimpa tujuh kepala keluarga di Desa Amoito Jaya,” ungkap Bakri.
Bakri mengaku, pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk mengevakuasi rumah warga yang tertimpa pohon.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, hingga Baznas Sulawesi Tenggara agar penanganan darurat bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa di tengah ujian alam, solidaritas dan kepedulian adalah kekuatan utama masyarakat Konawe Selatan. Harapan pun menguat, agar warga terdampak segera bangkit dan kembali menata kehidupan dengan dukungan semua pihak.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post