“Kita tidak bisa menutup mata terhadap kondisi global. Efisiensi anggaran harus dilakukan secara cermat, bukan sekadar penghematan, tetapi memastikan program prioritas tetap berjalan dan menyentuh rakyat,” jelasnya.
Hamrin juga menyoroti karakteristik masyarakat Konawe Selatan yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian dan perkebunan sebagai fondasi ekonomi daerah.
“Konsel ini daerah agraris. Mayoritas masyarakat adalah petani. Maka sektor pertanian dan perkebunan harus menjadi prioritas utama agar ketahanan pangan kita benar-benar kuat,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya percepatan program peningkatan produksi pertanian, distribusi pupuk dan sarana produksi, penguatan pasar hasil tani, serta dukungan kebijakan berbasis desa.
Menurutnya, penguatan sektor pangan menjadi langkah strategis menghadapi ketidakpastian global.
“Kalau pangan kita kuat, maka daerah kita akan tetap stabil, meskipun dunia sedang tidak baik-baik saja,” tambahnya.
Olehnya itu, Hamrin menegaskan komitmen DPRD Konawe Selatan untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah.
“Kami akan terus mengawal kebijakan agar tetap pro rakyat, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Konawe Selatan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, media, dan masyarakat, diharapkan pembangunan di Konawe Selatan dapat berjalan efektif, transparan, serta mampu menjawab tantangan lokal maupun global.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post