PENASULTRA.ID, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan pertumbuhan ekonomi provinsi ini, mengalami kontraksi 0,42 persen pada triwulan terakhir tahun 2025, dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q).
Kepala BPS Sulsel Aryanto menerangkan penurunan ini merupakan pola berulang di akhir tahun. Berdasarkan catatan BPS, ekonomi Sulsel selalu menunjukkan kontraksi pada triwulan keempat.
“Ekonomi Sulsel pada triwulan IV-2025 mengalami kontraksi sebesar 0,42 persen. Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV konsisten mengalami kontraksi,” ujar Aryanto dalam rilis Berita Resmi Statistik dalam jaringan, baru-baru ini.
Selain faktor musiman, perlambatan di sektor perdagangan turut berpengaruh. Sektor perdagangan tumbuh 4,81 persen sepanjang 2025, melambat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 5,60 persen.
Aryanto menyebut pemicu utama perlambatan ini ialah otomotif.
“Hal ini di antaranya dipengaruhi oleh penjualan kendaraan yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.


Discussion about this post