PENASULTRAID, JAKARTA – Sebagai generasi yang tumbuh di tengah perubahan sosial dan teknologi yang begitu cepat, Gen Z kini memainkan peran penting dalam membentuk tren serta dinamika baru di Indonesia.
Untuk memahami pola hidup dan pandangan mereka, Jakpat melakukan survei terhadap 1.158 responden berusia 17–28 tahun.
Karier
Ketika memilih pekerjaan, 71% Gen Z tetap menempatkan gaji dan kompensasi sebagai pertimbangan utama. Namun faktor lain juga berpengaruh besar, seperti lingkungan kerja yang suportif (57%) dan peluang pengembangan karier jangka panjang (55%).
Tidak kalah penting, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance (50%) juga menjadi prioritas mereka.
Aska Primardi, Head of Research di Jakpat menjelaskan bahwa Gen Z Indonesia saat ini berada dalam fase produktif yang penuh tantangan. Status mereka sebagai angkatan kerja baru harus berbenturan dengan stagnasi lapangan kerja formal.
“Meskipun pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan angka positif, ekspansi tersebut lebih banyak didorong oleh sektor padat modal yang mengandalkan otomatisasi dan teknologi tinggi dibandingkan sektor padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga manusia,” kata Aska dalam keterangannya, Rabu 25 Februari 2026.
Tantangan terbesar yang dirasakan Gen Z ketika memasuki dunia kerja adalah kompetisi yang semakin ketat (63%). Akibatnya, kata Aska, banyak Gen Z beralih ke jalur gig economy, sebuah sistem kerja kontrak jangka pendek atau proyek lepas yang dikelola melalui platform digital.
“Dinamika ini memaksa mereka menjadi ‘manusia multi-peran’ yang harus mengelola jadwal, pendapatan yang fluktuatif, dan jaminan sosial secara mandiri, tanpa perlindungan tetap dari perusahaan konvensional,” jelasnya.
Kesehatan Mental


Discussion about this post