PENASULTRAID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sebagian besar provinsi di Indonesia mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan pertama Februari 2026.
Data ini disampaikan Deputi Statistik Sosial BPS RI, Ateng Hartono dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Rakornas TPID) bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah se-Indonesia, 9 Februari 2026, yang diselenggarakan dalam jaringan.
Berdasarkan data SP2KP Kemendag hingga 6 Februari 2026, tercatat 22 provinsi mengalami penurunan IPH dibanding bulan sebelumnya, 15 provinsi naik, serta satu relatif stabil.
Provinsi dengan kenaikan IPH tertinggi antara lain Nusa Tenggara Barat sebesar 4,49 persen, diikuti Kepulauan Bangka Belitung 4,21 persen, Jawa Timur 2,69 persen, Yogyakarta 2,53 persen dan Jawa Tengah 1,36 persen. Kenaikan harga di wilayah-wilayah tersebut terutama dipicu cabai rawit dan daging ayam ras.
Sementara itu, sejumlah provinsi mencatat penurunan IPH cukup dalam. Penurunan terbesar di Kepulauan Riau 1,57 persen, Maluku Utara 1,51 persen, Papua Barat Daya 1,40 persen, Sulawesi Tenggara 1,13 persen, serta Sulawesi Barat 1,11 persen.
Penurunan harga di daerah-daerah ini banyak dipengaruhi turunnya harga komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.


Discussion about this post