PENASULTRA.ID, KENDARI – Puluhan jurnalis di Kota Kendari mengikuti Workshop Penelusuran Sumber Terbuka (OSINT) dan Disinformasi yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia pada 18 dan 19 April 2026 di Kendari.
Ketua AJI Kendari, Nursadah mengatakan, workshop ini bertujuan membekali jurnalis dengan kemampuan menganalisis serta merespons manipulasi informasi di ruang digital yang kian kompleks.
Menurutnya, perkembangan media sosial dan platform berita digital telah memperluas akses sekaligus partisipasi publik dalam produksi dan distribusi informasi. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga membuka ruang bagi penyebaran manipulasi informasi, propaganda, hingga interferensi informasi asing secara cepat dan masif.
“Fenomena ini mempengaruhi tingkat kepercayaan publik. Karena itu, jurnalis dituntut memiliki kemampuan analisis kritis serta keterampilan verifikasi informasi yang efektif,” kata Sadah.
Menurutnya, melalui workshop ini, peserta dibekali pemahaman dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknik penelusuran sumber terbuka (Open Source Intelligence/OSINT) untuk untuk mengidentifikasi dan memverifikasi informasi.
Salah satu peserta, Dewi mengaku mendapatkan wawasan baru terkait penggunaan berbagai tools OSINT. Sebelumnya, ia mengira proses pengecekan informasi hanya menggunakan satu sistem seperti alat pendeteksi kesamaan teks.
“Setelah ikut workshop ini, ternyata tools-nya beragam dan punya fungsi masing-masing. Ini sangat menambah wawasan saya dalam menelusuri sumber terbuka dan disinformasi, meskipun masih ada beberapa yang perlu saya pelajari lebih lanjut,” ujar Dewi.
Ia juga mengaku pelatihan ini mendorongnya untuk lebih kritis dalam melihat suatu peristiwa, termasuk mengenali pola-pola aktivitas tidak autentik di media sosial.
“Hal-hal yang terlihat sepele seperti komentar buzzer yang seragam, ternyata bisa terkoordinasi dan memiliki pengaruh,” beber Dewi.


Discussion about this post