Kontraksi ini dipengaruhi penurunan utang pada perusahaan bukan lembaga keuangan. Sektor industri pengolahan, jasa keuangan, pengadaan listrik/gas, serta pertambangan masih mendominasi 80,5% dari total utang swasta tersebut.
Meski terjadi penurunan secara nominal, BI mengklaim struktur ULN Indonesia masih dalam kategori sehat. Hal ini didasarkan pada rasio ULN terhadap PDB turun tipis menjadi 29,3% (dari 29,4% pada Oktober).
Profil tenor didominasi utang jangka panjang (86,1% dari total ULN). Khusus utang pemerintah, bahkan 99,99% merupakan utang jangka panjang. Hingga kini, pemerintah mengalokasikan ULN untuk sektor-sektor krusial, seperti jasa kesehatan (22,2%), administrasi pemerintah dan pertahanan (19,7%), serta pendidikan (16,4%).
Guna menghadapi risiko ketidakpastian, BI dan Pemerintah berjanji terus memperkuat koordinasi pemantauan perkembangan utang demi menjaga keberlanjutan fiskal dan meminimalkan dampak terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Penulis: Naffsul Muthmainnah
Editor: Amrullah Andi Faisal
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post