Selain sektor pertanian, Hamrin juga memberikan perhatian khusus kepada nelayan. Ia mendorong agar nelayan mulai menerapkan pola kerja yang lebih efisien, terutama dalam penggunaan bahan bakar.
“Nelayan harus menggunakan pola melaut yang lebih efisien untuk menghemat BBM. Ini penting agar biaya operasional bisa ditekan,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga mendorong inovasi dalam pengolahan hasil tangkapan.
“Mulai olah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah seperti ikan asap atau abon. Dengan begitu, nilai jual meningkat dan tidak bergantung pada harga mentah,” kata Hamrin.
Hamrin juga menyoroti pentingnya memperpendek rantai distribusi.
“Bangun jaringan pemasaran langsung agar nelayan tidak terlalu bergantung pada tengkulak,” terangnya.
Hamrin kembali juga menegaskan bahwa nelayan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan laut.
“Nelayan bukan hanya pencari ikan, tapi penjaga ketahanan pangan laut. Saat dunia bergejolak, laut Konawe Selatan adalah harapan kita,” ujarnya.
Olehnya itu, Hamrin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ekonomi lokal sebagai bentuk ketahanan menghadapi krisis.
“Di tengah efisiensi anggaran dan tekanan global, saatnya rakyat bangkit dengan kemandirian. Perkuat ekonomi lokal, dukung petani dan nelayan, dan jadikan Konawe Selatan tangguh menghadapi krisis,” tegasnya.
Hamrin juga mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial.
“Mari kita saling menguatkan. Beli produk lokal, dukung petani dan nelayan kita, karena kekuatan daerah ada di tangan kita bersama,” tegasnya.
Hamrin optimis, Konawe Selatan memiliki potensi besar untuk bertahan dan berkembang jika seluruh elemen bergerak bersama.
“Dari sawah hingga laut, dari desa hingga kota, kita bangun ketahanan ekonomi dari bawah. Konawe Selatan tidak boleh lemah,” tutupnya.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post