• Latest
  • Trending
  • All
  • #Headline
  • Advetorial
  • Kepulauan
  • Daratan

Kisah dan Nilai Perjuangan Oputa Yi Koo Bagi Peserta Didik

10 November 2025

Model Cilik Asal Sultra Borong Penghargaan di Supra Stars Indonesia 2026

23 Juni 2026

Wabup Sinjai Minta Warga Tak Takut Disensus

23 Juni 2026

Wamenaker Ajak Generasi Muda Optimalkan Potensi Digital di Sektor UMKM

23 Juni 2026

ANTAM Konut Dorong Budaya Pilah Sampah Melalui Edukasi dan Aksi Nyata

23 Juni 2026

Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium di Mandalika Racing Series Ronde 2

23 Juni 2026

Cegah Investasi Bodong, OJK Sultra Ajak Mahasiswa Terapkan Prinsip 2L

22 Juni 2026

Jangkau hingga Pelosok Sultra, Kalla Toyota Beri Jaminan Servis Tanpa Batas

22 Juni 2026

Pertamina Sulawesi Salurkan Santunan dan Pererat Toleransi di Poso

22 Juni 2026

OJK Sultra Gandeng Mahasiswa Perkuat Literasi Keuangan Digital Generasi Muda

22 Juni 2026

Lindee Cremona Kembali Sapa Pendengar Lewat Single ‘Anakmu Slalu Cinta’

22 Juni 2026

Kemenpar Perkuat Pasar Korsel Lewat Indonesia Sales Mission di Busan dan Gwangju

22 Juni 2026

Outlook Ketenagakerjaan 2026, Petakan Tantangan dan Proyeksikan Jutaan Peluang Kerja

22 Juni 2026
Rabu, 24 Juni 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Profil
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Hak Jawab
Penasultra.id
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
Penasultra.id
No Result
View All Result
  • #Headline
  • PenaPembaca
  • PenaHealth
  • PenaKuliner
  • PenaOto
  • LayarPena
  • PenaSport
  • LensaPena
  • FigurPena
ADVERTISEMENT
Home #Headline

Kisah dan Nilai Perjuangan Oputa Yi Koo Bagi Peserta Didik

Redaksi Penasultra.id by Redaksi Penasultra.id
10 November 2025
in #Headline, PenaPembaca
A A
0

Oputa Yi Koo. Foto: Ist

25
SHARES
248
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Diketahui gugur dalam perang ini dari pihak Buton adalah Panglima Perang La Sangkuabuso, Bonto Ogena, Sapati, Lakina Labalawa, Lakina Todanga, sedangkan dari pihak Belanda 1 orang tewas, 39 orang hilang dan 36 orang luka-luka.

Berdasarkan memori Kapten de Jong pasukan Belanda ada 9 orang yang tewas, namun dalam ingatan kolektif masyarakat Keraton salah satunya La Mbia Maa Hadia berjumlah 10 orang dan beberapa di antaranya ditikam oleh Himayatuddin.

Untuk menghindari semakin bertambahnya pasukan yang gugur maka Himayatuddin memutuskan menarik pasukannya masuk hutan (Wasinabui) bergerilya ditemani pimpinan pasukan pengawalnya bernama La Bumbura. Saat penarikan pasukan ini Belanda menawan dan membawa pergi putri kesayangan beliau Wa Ode Wakato serta cucunya Wa Ode Kamali.

Dalam memorial kolektif masyarakat Buton kedua putri tersebut dikenang dengan sebutan “Yilingkaakana Walada” artinya yang dibawa pergi Belanda.

Melanjutkan perjuangannya melawan Belanda, Himayatuddin Muhammad Saidi memilih strategi perang gerilya yang bermarkas di Puncak Gunung Siontapina (sekarang wilayah kecamatan Siontapina Kabupaten Buton) dengan melewati jalur Timur yaitu Liana Toke (Gua Tokek), Wasinabui, Wakaesua, Lambusango, Todanga, Waondo Wolio, Wasuamba, dan menuju puncak Gunung Siontapina.

Disinilah Himayatuddin mengatur siasat perang gerilya dengan membentuk dua pasukan pengintai yang bertugas di siang hari dan di malam hari. Keberadaannya memimpin pasukan di hutan sehingga disebut Oputa Yi Koo (Sultan yang berada di hutan).

Sampai pada tahun 1760 Himayatuddin dicalonkan kembali oleh Kamboru-Mboru Tanaylandu (kamboru-mboru dimaknai sebuah tempat berteduh) pada bursa pemilihan Sultan Buton ke-23 dan terpilih kembali kedua kalinya dengan masa pemerintahan selama 3 tahun (1760–1763).

3. Akhir Kisah

Semasa menjabat kedua kalinya tetap melakukan perlawanan terhadap Belanda bahkan sampai digantikan oleh La Jampi tahun 1763 masih memimpin pasukan melawan imperialisme Belanda dengan menggunakan taktik perang gerilya.

Dimasa tuanya tetap memilih tinggal di Puncak Gunung Siontapina sampai menghadap panggilan Allah SWT pada tahun 1770. Sampai akhir hidupnya melawan Imperialisme Belanda La Karambau – Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi – Oputa Yi Koo (Sultan Buton ke-20 dan 23) tidak pernah ditawan apalagi menyerahkan diri dan tunduk kepada Belanda.

Nilai-nilai Perjuangan Oputa Yi Koo

Kedudukan peserta didik adalah sebagai pewaris regulasi kehidupan hari ini dan yang akan datang. Kehidupan hari ini merupakan rentetan dari proses kehidupan sebelumnya. Waktu yang terus berjalan itu mengisahkan berbagai kisah dan fenomena kehidupan.

Pelajaran Sejarah salah satunya menyajikan bacaan kehidupan dengan segala macam peristiwa. Berkenaan dengan pemikiran nilai-nilai kesejarahan dan kepahlawanan menjadi penting untuk membangkitkannya dalam perspektif berpikir think global act local (berpikir global bertindak lokal).

Hal ini menjadi penting untuk merespon isu globalisasi yang masuk ke hampir seluruh sendi kehidupan politik, ekonomi, sosial, agama dan budaya. Revolusi dalam teknologi komunikasi mengubah cara berpikir dan berperilaku manusia.

Peserta didik harus mampu dibelajarkan oleh guru dalam memulai, mengubah pemikiran, dan perilaku mereka agar apa yang disebut arus globalisasi tidak menenggelamkan identitas dan eksistensi mereka.

Hadirnya fenomena Oputa Yi Koo yang berstatus sebagai Pahlawan Nasional (2019) tidak dapat dipungkiri bahwa beliau salah satu tokoh fenomenal, berpengaruh dan disegani di jazirah belahan Timur Nusantara dimasanya.

Kiprah beliau memberikan kesadaran baru bahwa Kesultanan Buton memiliki andil yang sangat berarti terhadap tumbuhnya embrio nasionalisme menuju fase terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana halnya Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Kapitan Pattimura, Imam Bonjol dan lain sebagainya.

Rekam jejak Oputa Yi Koo (Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi) tentunya harus mampu menjadi spirit para siswa khususnya dan pemuda Indonesia pada umumnya. Nilai-nilai perjuangan beliau dalam melawan imperialisme Belanda dapat dijadikan motivasi terhadap generasi antara lain:

1. Nilai Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia

Secara politik menjadikan Kesultanan Buton sebagai negara yang disegani di antara negara-negara lainnya di Kawasan Timur Nusantara. Perjanjian yang ditentang dan diabaikannya adalah seluruh isi perjanjian tanggal 5 Januari 1613, salah satunya memuat klausul membebaskan pedagang Belanda untuk membayar pajak Pelabuhan (kapal Rust en Werk) dan perdagangan lainnya di wilayah Kesultanan Buton. Termasuk pula, klausul izin pembelian dan perdagangan budak.

Sultan Himayatuddin menentang serta mengabaikan pula perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 25 Juni 1667 pada ketentuan pasal 4 s.d. 7 antara Sultan Buton ke-10 (La Simbata) dengan Laksamana Spelman, disaksikan oleh Sultan Mandarsyah (Ternate).

Perjanjian tersebut berisi larangan bagi Buton untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan negara-negara lain tanpa persetujuan Belanda dan Ternate dan di dalam hal Belanda bermusuhan dengan salah satu negara, maka Buton juga harus menyatakannya sebagai musuh. Bila dilanggar, maka Sultan akan dipecat dan penggantinya ditentukan oleh Belanda dan Ternate.

Baca Juga

BPS Sinjai Peringati Hari Pahlawan, Jaga Semangat Perjuangan

Gubernur Sultra Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Watubangga

Kado Hari Pahlawan, Atlet Baubau Cetak Prestasi di Sejumlah Kejurnas 2025

Perwira Kopassus Jadi Irup Hari Pahlawan di Kabupaten Pinrang

Dalam hukum Kesultanan Buton sangat menghormati nilai-nilai hukum kemanusiaan yang memiliki derajat yang sama sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar Kesultanan Buton “Murtabat Tujuah” pada kandungan sila Sara Pataanguna yaitu pomae-maeka (saling takut), pomaa-maasiaka (saling menyayangi), poangka-angkataka (saling menghormati), dan popia-piara (saling memelihara).

Hal ini juga sejalan dengan nilai operasional yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 bahwa kita adalah bangsa yang anti penjajah dan penjajahan. Sikap Himayatuddin tegas bahwa yang dilakukannya semata-mata untuk menyelamatkan dan menegakkan kedaulatan Kesultanan Buton.

2. Nilai Ekonomi

Secara ekonomi Kesultanan Buton berada pada posisi dirugikan oleh adanya perjanjian Sultan Buton ke-10 La Simbata dengan Laksamana Speelman (25 Juni 1667) “hongitochten” yang mewajibkan penghancuran tanaman cengkeh dan pala di seluruh wilayah kesultanan Buton.

Buton berada dalam posisi tidak diuntungkan, disatu sisi membangun kemandirian dan mengurangi ketergantungan dengan sistem perdagangan Belanda (VOC).

3. Nasionalisme

Sebagai sebuah negara, Buton dianugerahi keragaman. Oleh karena itu, istilah “Poromu Yinda Saangu, Pogaa Yinda Koolota” (Berpadu Tidak Menyatu, Berpisah Tidak Berantara) sebagai salah satu simbol pemaknaan dalam keberagaman (bahasa, budaya, adat istiadat, suku, dan pulau) kehidupan berbangsa dan bernegara di Kesultanan Buton.

Rasa cinta tanah air ini memberi inspirasi yang begitu tajam betapa pentingnya persatuan dalam keberagaman. Perlawanan Oputa Yi Koo beserta rakyat adalah wujud nyata kecintaan terhadap tanah airnya.

4. Menegakkan Syariat Islam

Buton adalah negara Kesultanan yang menjadikan Islam sebagai agama resmi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Izin mengawini perempuan Buton dan memasukkannya menjadi Kristen oleh orang-orang Belanda adalah merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap sumpah dan tanggung jawab Sultan. Oputa Yi Koo sangat menentang perkawinan campuran atau beda agama.

5. Patriotisme

Karakter atau sifat rela dan berani berkorban atas segala yang dimiliki termasuk nyawa sekalipun demi untuk membebaskan rakyat dari kesewenang-wenangan Belanda yang menyengsarakan. Sultan Himayatuddin telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, hingga harta dan nyawa.

Ini bukan berarti kita semua harus gugur seperti para pahlawan tetapi kerelaan memberikan hal-hal yang berharga untuk kepentingan yang lebih besar kepada bangsa patut diteladani bagi kita semua.

Nilai-nilai perjuangan Oputa Yi Koo dianggap penting untuk ditanamkan kepada peserta didik agar memiliki sifat dan perilaku yang religius, mandiri, berdaulat, berintegritas, patriotik, peduli, nasionalis dan taat hukum.(***)

Penulis adalah Widyaprada Ahli Madya BPMP Sultra

Jangan lewatkan video populer:

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BPMP SultraButonButon vc BelandaGunung SiontapinaHari PahlawanKesultanan ButonLa KarambauOputa Yi KooPahlawanPahlawan ButonSultan ButonSultan Himayatuddin Muhammad SaidiZuumi Kudus
Share10Tweet6SendShare
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pasang Iklan Penasultra

Ikuti Kami :

ADVERTISEMENT
Previous Post

Unit Ska, ORGIE Rilis Single ‘Tak Mengerti’ di Momen HUT ke-3

Next Post

Mahasiswa Profesi Apoteker UHO Edukasi Lansia Padaleu tentang Hipertensi

RelatedPosts

Ketika Kesalahan Sistem Merugikan Masyarakat

19 Juni 2026

Rahasia Kesehatan Jantung di Balik Tawaf

23 Mei 2026

Ironi Umat: Berebut Sujud di Tanah Suci, Meninggalkan Masjid di Tanah Air

21 Mei 2026

Reposisi Pengurus, Marthen Selamet Susanto Jabat Sekjen PWI Pusat

19 Mei 2026

Muhammad Fadlansyah Dilantik Jadi Pj Sekda Sultra

18 Mei 2026

Temui Menteri ATR/BPN, ASR-Irham Bahas Rencana Pembangunan Mako Grup 5 Kopassus

11 Mei 2026
Load More
Next Post

Mahasiswa Profesi Apoteker UHO Edukasi Lansia Padaleu tentang Hipertensi

Discussion about this post

PenaEkobis

PenaEkobis

Cegah Investasi Bodong, OJK Sultra Ajak Mahasiswa Terapkan Prinsip 2L

by Redaksi Penasultra.id
22 Juni 2026
0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi memulai rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026.

Read moreDetails

Jangkau hingga Pelosok Sultra, Kalla Toyota Beri Jaminan Servis Tanpa Batas

22 Juni 2026

OJK Sultra Gandeng Mahasiswa Perkuat Literasi Keuangan Digital Generasi Muda

22 Juni 2026

Perkuat Literasi Keuangan Anak Muda, OJK dan Bank Sultra Luncurkan “OK BGT” Lewat Live Instagram

18 Juni 2026

OJK dan TPAKD Wakatobi Perkuat Sinergi Percepatan Program Prioritas Inklusi Keuangan

17 Juni 2026

Recommended Articles

Pemkot Baubau Gunakan Brida Untuk Pembangunan Daerah

22 April 2022

Nelayan Asal Busel Hilang Saat Melaut di Sekitar Teluk Lande

5 Juni 2023

Komisi VII DPR RI Agendakan Kunjungan Spesifik ke PT Antam Konut

23 Maret 2022

Peringatan HPN 2024 di Babel Berlangsung Sederhana

9 Februari 2024

Edy Rahmayadi Gubernur Terbaik Indonesia?

22 Agustus 2023
Load More

Populer Minggu Ini

  • Prof. Zudan: Sistem Merit Jadi Fondasi Pengelolaan 6,7 Juta ASN

    3 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Model Cilik Asal Sultra Borong Penghargaan di Supra Stars Indonesia 2026

    2 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Kuasa Hukum Andi Uci Beber Dugaan Penggelapan Saham PT Bososi Pratama

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Perkuat Literasi Keuangan Anak Muda, OJK dan Bank Sultra Luncurkan “OK BGT” Lewat Live Instagram

    2 shares
    Share 1 Tweet 1
  • Jangkau hingga Pelosok Sultra, Kalla Toyota Beri Jaminan Servis Tanpa Batas

    2 shares
    Share 1 Tweet 1
logo penasultra

penasultra.id
PT Pena Sultra Grup
(Penerbit/Pengelola Penasultra.id)
NPWP: 93.591.690.8-811.000

Kontak »

Advetorial

Peluh Prajurit TMMD 125 Jadi Harapan Baru Warga Nekudu Konawe

Evaluasi Pilkada 2024, Cara KPU Sultra Siapkan Strategi Pemilu Lebih Berkualitas

KPU Sultra Resmi Tetapkan Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih 2025-2030

Link Corner

  • Dewan Pers
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Serikat Media Siber Indonesia
  • Siberindo.co
  • Dinamikasultra.com
  • Triaspolitika.id
  • Metrosultra.id
  • Bikasmedia.com

  • Profil
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Hak Jawab
  • Kontak
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️

error: Maaf tidak bisa.!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
SMSI - Dewan Pers Penasultra.id

Ikuti Kami :

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️