Sementara itu, dilansir dari laman resmi merdekabattery.com, diketahui bahwa PT SCM adalah anak usaha dari PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
PT SCM merupakan operasi tambang berskala global, berkualitas tinggi dan berbiaya rendah yang terletak di kawasan konsesi seluas 21.100 hektare.
Sebelumnya, tambang SCM dimiliki oleh Rio Tinto, mengandung sekitar 13,8 juta ton nikel (kadar Ni 1,22%) dan 1,0 juta ton kobalt (kadar Co 0,08%) dengan umur tambang selama multi-dekade.
Bijih limonit 77% yang dimiliki PT SCM digunakan untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang dapat dikonversi menjadi nikel sulfat untuk produksi bahan baku baterai kendaraan bermotor listrik (EV).
Bijih saprolit yang diproduksi dikirim ke Smelter RKEF yang dimiliki oleh MBMA di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk diproses lebih lanjut menjadi Nickel Pig Iron (NPI).
Hingga September 2025 tambang nikel SCM memproduksi 14,5 juta ton bijih, meningkat 68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan produksi ini terdiri dari kenaikan produksi limonit sebesar 48% dan saprolit sebesar 135% dibandingkan tahun 2024.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post