PENASULTRA.ID, KONAWE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) dalam rangka memperkuat sinergi dan kesiapan pelaksanaan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang terintegrasi dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, serta perwakilan pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan lembaga jasa keuangan.
Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang terintegrasi dengan akses layanan keuangan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi sektor perikanan dan pariwisata.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, sinergi Program EKI dengan KNMP merupakan langkah strategis dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat pesisir sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha di kawasan tersebut.
“Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan masyarakat di kawasan KNMP tidak hanya memperoleh peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, termasuk pembiayaan usaha, layanan transaksi keuangan, serta perlindungan sosial yang dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” kata Bismi.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim mengatakan, Pemkab Konawe berkomitmen mendukung pengembangan kawasan KNMP di Desa Sorue Jaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
Beberapa kebutuhan yang tengah dipersiapkan antara lain penyediaan penerangan kawasan menggunakan energi tenaga surya, pembangunan pagar pengamanan kawasan, serta pengaturan akses kawasan sebelum peresmian melalui pemasangan pintu portable.
Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sorue Jaya yang telah memenuhi persyaratan administrasi direncanakan menjadi pusat pengelolaan kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
Kawasan KNMP juga memiliki potensi pengembangan wisata bahari, seperti wisata perahu dari Toronipa menuju Pulau Labengki, potensi wisata hutan mangrove seluas kurang lebih 10 hektare, serta potensi konservasi penyu laut yang dapat dikembangkan sebagai wisata edukasi.


Discussion about this post