PENASULTRAID, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya pengendalian inflasi daerah sebagai fondasi keberhasilan berbagai program strategis nasional, termasuk Program 3 Juta Rumah.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah, baru-baru ini.
Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proksi inflasi pada pekan IV tahun 2026, tekanan harga masih menunjukkan variasi yang lebar antardaerah.
Terdapat provinsi yang mengalami kenaikan IPH tinggi hingga di atas 1 persen, sementara wilayah lainnya mencatat penurunan IPH cukup dalam hingga di kisaran minus 4 persen.
Pada level kabupaten, disparitas gerakan harga terlihat lebih tajam. Beberapa daerah mencatat kenaikan IPH hingga di atas 10 poin, sementara sebagian kabupaten lain mengalami penurunan IPH lebih dari minus 8 poin.
Kondisi ini mencerminkan masih labilnya harga pangan dan kebutuhan pokok di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam paparannya, Tito Karnavian menekankan pengendalian inflasi daerah berkaitan stabilitas ekonomi masyarakat, juga berpengaruh langsung terhadap daya dukung pemerintah daerah dalam menyukseskan program pembangunan perumahan nasional. Inflasi yang terjaga dinilai akan menjaga daya beli masyarakat serta mendukung keberlanjutan program prioritas pemerintah.


Discussion about this post