Tak hanya membahas ancaman scam, Riana juga menyoroti pentingnya pemahaman dasar keuangan, khususnya perbedaan antara menabung dan berinvestasi. Minimnya literasi keuangan kerap dimanfaatkan pelaku untuk menawarkan keuntungan tidak masuk akal.
“Kalau ada tawaran imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, itu patut dicurigai. Masyarakat harus berpikir logis sebelum mengambil keputusan,” Riana menambahkan.
Ia mengingatkan pentingnya melakukan verifikasi terhadap legalitas lembaga atau produk keuangan. OJK bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Pasti) terus melakukan pengawasan terhadap entitas ilegal, namun peran masyarakat tetap menjadi garda terdepan dalam mencegah penipuan.
“Kami terus memantau, tapi masyarakat juga harus aktif mengecek apakah suatu investasi itu resmi atau tidak,” tutur Riana.
Melalui edukasi yang diberikan dalam ajang ini, OJK berharap masyarakat Sultra semakin cerdas dalam mengelola keuangan sekaligus lebih tangguh menghadapi ancaman penipuan digital yang kian masif.
Penulis: Yeni Marinda


Discussion about this post