Terkait harga pangan, ia mengakui adanya tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat. Kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dinilai memberikan dampak positif bagi petani.
“Petani kita cukup bahagia dengan kenaikan harga gabah. Namun di sisi lain, kita juga harus menjaga agar harga beras di masyarakat tidak naik signifikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Konawe Selatan, Syamsul menjelaskan bahwa bantuan alsintan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rangka percepatan swasembada pangan nasional.
Seluruh bantuan tersebut, kata dia, bersumber dari anggaran Kementerian Pertanian yang kemudian disalurkan kepada pemerintah daerah untuk didistribusikan kepada petani, kelompok tani, serta kelembagaan pangan seperti brigade atau balai pangan.
“Pada kesempatan ini, diserahkan 4 unit combine harvester yang diperuntukkan bagi brigade pangan guna mendukung operasional program cetak sawah,” tutur Syamsul.
Menurutnya, mekanisme penyaluran dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, kemudian diserahkan secara simbolis oleh kepala daerah kepada kelompok penerima manfaat.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat proses pengolahan lahan dan panen, serta memperkuat ketahanan pangan daerah menuju swasembada pangan nasional,” pungkas Syamsul.
Dengan adanya dukungan alsintan dan perluasan program cetak sawah, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan optimistis dapat meningkatkan produksi pertanian sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post