Produk-produk inovatif seperti hydraulic cement bahkan mencatat pertumbuhan signifikan hingga 636,5% pada 2025, menunjukkan tingginya permintaan terhadap solusi konstruksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Seluruh produk Semen Merah Putih juga telah tersertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GBCI), dengan sebagian besar berada pada level platinum.
Bukan hanya itu, perusahaan juga memperoleh pengakuan dari World Cement Association atas komitmennya dalam aksi iklim, serta penghargaan Sustainable Construction Material Award dalam ajang ARCH:ID 2025.
Secara kapasitas, Semen Merah Putih memiliki total kapasitas produksi mencapai sekitar 11,4 juta ton semen dan 7 juta ton klinker per tahun di Indonesia, serta tambahan kapasitas di Vietnam sebesar 5 juta ton semen dan 3,2 juta ton klinker.
Skala ini memperkuat posisi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas jangkauan ekspor. Melalui unit bisnis trading Aastar, perusahaan juga melihat peluang yang semakin besar di pasar internasional, khususnya untuk klinker dan semen.
Permintaan global kini tidak hanya mempertimbangkan harga dan volume, tetapi juga aspek keberlanjutan, keandalan pasokan, dan efisiensi rantai distribusi.
“Melalui Aastar sebagai unit trading, kami melihat permintaan global semakin mengarah pada produk yang tidak hanya kompetitif secara harga, tetapi juga memiliki profil keberlanjutan yang jelas. Hal ini membuka peluang ekspor yang semakin luas bagi produk klinker dan semen dari Indonesia,” ujar Samar Gurung, Head of Trading dari Aastar Trading salah satu anak usaha Cemindo yang berfokus di ekspor klinker dan semen.
Ia menambahkan bahwa sistem supply chain yang terintegrasi memungkinkan perusahaan untuk merespons kebutuhan pasar secara lebih fleksibel, baik untuk pasar domestik maupun internasional.
“Dengan sistem yang terintegrasi, kami dapat menghadirkan solusi yang lebih responsif dan efisien, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis,” lanjutnya.
Ke depan, Semen Merah Putih menargetkan pertumbuhan hingga dua kali lipat dari pertumbuhan pasar pada 2026, dengan terus memperkuat inovasi berbasis sustainability serta memperluas peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional dan pasar regional².
Partisipasi dalam Intercem menjadi momentum bagi perusahaan untuk menegaskan bahwa di tengah industri yang semakin kompetitif, keberlanjutan tidak lagi sekadar diferensiasi, melainkan bagian dari sistem terintegrasi yang mampu mendorong efisiensi, keandalan pasokan, dan kinerja bisnis secara berkelanjutan.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post