PENASULTRAID, SINJAI – Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kabupaten Sinjai mencatatkan tren penurunan besar pada pekan keempat tahun 2026. Data terbaru menunjukkan IPH Sinjai berada di -3,11 persen, yang mengindikasi penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan utama di pasar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sinjai, Syamsuddin menjelaskan angka tersebut merupakan hasil olahan data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) yang bersumber dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok, Kementerian Perdagangan.
“Berdasarkan hasil pemantauan, IPH kita terkoreksi cukup dalam di angka minus 3,11 persen. Hal ini dipicu oleh penurunan harga pada komoditas andil besar, terutama protein hewani dan bumbu-bumbuan,” ujar Syamsuddin di Sinjai, Selasa 27 Januari 2026.
Berdasarkan data BPS RI, terdapat empat komoditas utama yang memberikan andil besar terhadap penurunan IPH di Sinjai, yaitu:
1. Daging ayam ras menjadi penyumbang penurunan tertinggi dengan andil -2,1491.
2. Cabai merah memberi andil penurunan -0,7666.
3. Cabai rawit memberi kontribusi penurunan -0,4274.
4. Bawang merah memberi andil penurunan -0,2547.
Meskipun secara umum harga-harga melandai, fluktuasi harga tertinggi pada pekan berjalan di Sinjai, tercatat masih terjadi pada komoditas cabai rawit dengan nilai CV (koefisien fluktuasi) 0,25476.


Discussion about this post