Dari tiga lagu yang sempat dipertimbangkan—“Perang”, “Negeri Para Begundal”, dan “Panitia Akhirat”—pilihan akhirnya jatuh pada “Panitia Akhirat” sebagai lagu yang paling merepresentasikan kegelisahan bersama lintas generasi.
Secara musikal, versi kolaborasi “Panitia Akhirat” hadir dengan aransemen yang lebih padat, agresif, dan emosional, tanpa kehilangan roh aslinya. Distorsi gitar yang kotor, atmosfer gelap, serta dinamika vokal yang kontras mempertegas identitas grunge Tanda Seru, sekaligus membuka ruang dialog lintas generasi melalui karakter vokal Roy Jeconiah.
Kolaborasi ini tidak berhenti pada satu rilisan. Tanda Seru dan Roy Jeconiah juga merencanakan rangkaian pertunjukan bertajuk “Tour Jiwa Zaman”, sebuah tur lintas generasi yang merepresentasikan kegelisahan, semangat, dan denyut sosial dari waktu ke waktu.
Melalui kolaborasi ini, musik kembali diposisikan sebagai ruang refleksi—bukan provokasi—serta sebagai medium keberanian untuk bersuara secara jujur dan bertanggung jawab.
Lagu dan Video Klip “Panitia Akhirat” (Tanda Seru x Roy Jeconiah) kini telah tersedia di seluruh penyedia layanan musik digital.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post