Sorotan tajam tertuju pada kondisi BLUD Puskesmas Kolono Timur yang kerap terendam banjir hingga satu meter saat musim hujan. Dampaknya, pelayanan kesehatan terhenti dan alat medis rusak.
“Kondisi ini sangat mengganggu pelayanan dasar masyarakat,” ungkap Camat Mila.
Ketua Tim Musrenbang, Ilham Hilal menyebutkan bahwa rencana anggaran untuk wilayah Kolono Timur diproyeksikan sekitar Rp18 miliar lebih. Angka ini akan difinalisasi melalui tahapan verifikasi dan skala prioritas usulan.
Bagi Hamrin, membangun Kolono Timur bukan hanya soal angka anggaran. Ini tentang komitmen bersama.
“Membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat. Mari kita jaga laut kita, perkuat sektor perikanan, dan kembangkan potensi pariwisata agar Kolono Timur menjadi wilayah yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Musrenbang Kolono Timur kali ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi panggung penegasan arah pembangunan: berbasis potensi lokal, berpihak pada nelayan, menjaga lingkungan, dan membuka jalan bagi tumbuhnya pariwisata bahari yang berkelanjutan.
Kolono Timur kini tak lagi sekadar wilayah pesisir ia sedang menapaki jalan menjadi etalase biru pembangunan Konawe Selatan.
Laporan: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post