PENASULTRAID, KONAWE SELATAN – Kecamatan Kolono Timur bukan sekadar wilayah pesisir di ujung selatan Konawe Selatan. Ia adalah hamparan potensi: laut biru yang menjanjikan, nelayan tangguh yang menggantungkan hidup pada hasil tangkapan, serta peluang pariwisata bahari yang belum sepenuhnya tergarap.
Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar 24 Februari 2026 di Balai Pertemuan Desa Tumbubu Jaya, komitmen itu menemukan momentumnya.
Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin hadir langsung memberi sinyal kuat: Kolono Timur masuk dalam radar prioritas pembangunan 2027.
Di hadapan camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan kelompok nelayan, Hamrin menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan bukan hanya isu ekonomi, melainkan masa depan wilayah pesisir.
“Musrenbang Kolono Timur ini menjadi perhatian serius kami di DPRD. Aspirasi masyarakat yang telah dihimpun hari ini akan kami perjuangkan pada Musrenbang tingkat kabupaten agar masuk dalam prioritas RKPD 2027,” tegasnya.
Pesan itu selaras dengan harapan Camat Kolono Timur, Mila Hamriani yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut. Mayoritas warga hidup dari laut—dan laut yang sehat berarti dapur yang tetap mengepul.
“Kehidupan masyarakat kami sangat bergantung pada laut. Jika ekosistem rusak, maka sumber penghidupan warga ikut terancam,” ujarnya.
Pengembangan pariwisata bahari tak akan berjalan tanpa laut yang lestari. Di sinilah Hamrin mengambil posisi tegas: praktik pengeboman ikan harus dihentikan.
“Kalau kita ingin mengembangkan pariwisata bahari dan sektor perikanan, maka ekosistem laut harus dijaga. Tidak boleh ada lagi praktik bom ikan. Ini merusak terumbu karang dan mengancam mata pencaharian nelayan kita sendiri. Pengawasan harus diperketat,” tegasnya.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Ia menjadi pesan politik pembangunan bahwa investasi masa depan harus dibangun di atas keberlanjutan.
Selain kelautan dan pariwisata, Musrenbang juga memotret kebutuhan mendesak lain: infrastruktur kesehatan, pasar, jalan usaha tani, talud, hingga jembatan desa.


Discussion about this post