PENASULTRAID, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan di wilayah tersebut pada periode Februari 2026.
Penurunan ini mengindikasikan adanya koreksi pada daya beli petani dibanding bulan sebelumnya.
Kepala BPS Sulsel Aryanto menjelaskan NTP Sulawesi Selatan pada Februari 2026 berada di level 116,86. Angka ini turun 1,07 persen dibandingkan NTP Januari 2026 yang tercatat 118,12.
“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan dengan membandingkan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar,” ujar Aryanto saat merilis Berita Resmi Statistik melalui kanal YouTube resmi BPS Sulsel, baru-baru ini.
Berdasarkan data BPS, fluktuasi NTP terjadi secara bervariasi di lima subsektor pertanian. Dua subsektor tercatat mengalami penurunan, sementara tiga lainnya mengalami kenaikan tipis.
Aryanto merinci NTP per subsektor pada Februari 2026. Tanaman perkebunan rakyat 134,54 yang turun signifikan 5,60 persen. Peternakan 110,36 turun tipis 0,07 persen. Tanaman hortikultura 115,65 naik 3,76 persen. Perikanan 119,59 naik 1,09 persen. Tanaman pangan 111,88 naik 0,01 persen.
Aryanto menekankan NTP menunjukkan daya tukar hasil pertanian dengan barang dan jasa, baik untuk konsumsi maupun biaya produksi. Semakin tinggi angka NTP, makin kuat daya beli petani.


Discussion about this post