PENASULTRA.ID, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pertumbuhan positif pada sektor perbankan di wilayah Bumi Anoa.
Hingga Januari 2026, total aset perbankan di Sultra mencapai Rp61,43 triliun atau tumbuh 6,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, stabilitas sektor jasa keuangan di daerah tersebut tetap terjaga. Meski demikian, OJK kini sedang mendorong langkah strategis berupa konsolidasi atau peleburan Bank Perekonomian Rakyat (BPR).
“Konsolidasi BPR merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat struktur permodalan, serta memperluas kapasitas layanan kepada masyarakat,” kata Bismi dalam forum Bincang Jasa Keuangan (BIJAK) di Kendari, Kamis 5 Maret 2026.
Selain aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 5,9 persen menjadi Rp33,64 triliun, sementara penyaluran kredit mencapai Rp42,59 triliun (naik 5,1 persen).


Discussion about this post