PENASULTRA.ID, KENDARI – Investasi dan pemanfaatan industri keuangan nonbank di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan tren perkembangan yang sangat menggembirakan pada Triwulan I-2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat inklusi keuangan di sektor pasar modal mengalami penguatan yang signifikan. Kondisi ini mencerminkan tingkat literasi finansial masyarakat yang kian matang serta kepercayaan yang tinggi terhadap instrumen investasi modern.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, jumlah investor di pasar modal yang tecermin dari total Single Investor Identification (SID) melonjak tajam sebesar 76,1 persen secara tahunan.
“Hingga Maret 2026, total SID di Sulawesi Tenggara telah mencapai 156.131 investor,” kata Bismi.
Pertumbuhan ini didominasi oleh investor reksa dana yang porsinya mencakup 94,5 persen dari total komposisi investor, disusul oleh investor saham sebesar 3,3 persen, dan Surat Berharga Negara atau SBN sebesar 2,1 persen.
Nilai transaksi saham di Sultra pada periode ini tercatat sebesar Rp447,92 miliar dengan frekuensi mencapai 134.502 transaksi, di mana Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka menjadi wilayah dengan aktivitas transaksi paling tinggi.
Di sisi lain, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulawesi Tenggara juga mencatatkan performa yang kokoh.
Sektor asuransi berhasil menghimpun total premi sebesar Rp168,70 miliar atau tumbuh 1,9 persen (yoy), yang dibarengi dengan penurunan nilai klaim secara signifikan sebesar 85,8 persen menjadi Rp15,07 miliar. Untuk sektor perusahaan pembiayaan, nilai outstanding pembiayaan tumbuh hingga mencapai Rp6,90 triliun.


Discussion about this post