“Mengingat jemaah akan diberangkatkan bersama penumpang umum lainnya, pengaturan di ruang tunggu lantai 2 akan kami sesuaikan secara operasional. Tidak ada ruang tunggu spesifik yang dipisahkan, namun alur pelayanan akan diprioritaskan agar tetap tertib,” ujar Denny.
Menyelaraskan dengan program pemerintah yang mengusung semangat haji ramah lansia, Bandara Haluoleo telah menyiagakan fasilitas pendukung seperti lift, jalur khusus disabilitas, serta ruang laktasi untuk ibu menyusui.
Pihak bandara juga menyediakan lebih dari 10 unit kursi roda yang akan digunakan secara bergantian. Denny menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan (BKK) untuk memetakan jumlah lansia di setiap bus yang membutuhkan bantuan alat kesehatan atau kursi roda saat tiba di bandara.
“Kami pastikan ada petugas yang standby. Bahkan, kami bersurat ke BKK untuk menyediakan ruang pemeriksaan kesehatan khusus di lantai dua bagi jemaah yang membutuhkan. Layanan cek kesehatan ini gratis dan didukung oleh tenaga medis dari puskesmas serta kantor induk,” beber Denny.
Mengingat tradisi masyarakat yang kerap mengantar jemaah dalam jumlah besar, pihak bandara mengimbau keluarga jemaah untuk tertib. Antisipasi kepadatan atau crowded pada kloter pertama tanggal 12 Mei mendatang telah disiapkan melalui koordinasi dengan pihak Lanud.
“Untuk keamanan, kami bekerja sama dengan Lanud. Akan ada pembatasan area bagi pengantar dan jalur spesial bagi jemaah menuju ruang tunggu guna menjaga sterilitas dan kenyamanan proses keberangkatan,” tegas Denny.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sultra telah resmi melepas 37 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang akan mendampingi jemaah selama di tanah suci.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sultra, Muhammad Lalan Jaya, mengingatkan bahwa kuota nasional tahun ini mencapai 221 ribu jemaah, dan petugas diharapkan memberikan pelayanan prima bagi 2.078 warga Sultra yang berangkat tahun ini.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post