PENASULTRAID, JAKARTA – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menyampaikan upaya menjaga stabilitas pangan nasional, pasca-capaian swasembada 2025.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang diselenggarakan Kemendagri secara daring baru-baru ini, Bulog memaparkan strategi penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan distribusi pangan berkelanjutan untuk 2026.
Berdasarkan dokumen rencana kerja 2026, Bulog menetapkan target penugasan penyerapan komoditas utama, yakni gabah/beras 4 juta ton (setara beras), jagung 1 juta ton, kedelai 70 ribu ton dan minyak goreng 720 ribu kiloliter (bekerja sama dengan ID FOOD dan Agrinas Palma).
Bulog juga melaporkan posisi persediaan sejumlah komoditas yang kini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan siap didistribusikan. Tercatat stok gula pasir 12.499 ton, jagung PSO 45.697 ton, serta minyak goreng yang terdiri dari PSO 1.289 kiloliter dan komersial 5.499 kiloliter.
Terkait ketersediaan beras, terdapat lima kantor wilayah dengan penguasaan stok terbesar di Indonesia, yaitu Jawa Timur 801.675 ton, Sulawesi Selatan dan Barat 557.696 ton, Jawa Barat 522.915 ton, DKI Jakarta 243.279 ton dan Jawa Tengah 240.294 ton.


Discussion about this post