PENASULTRAID, MAKASSAR — Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi tahunan (y-on-y) 4,11 persen pada Januari 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,79.
Inflasi tertinggi di tercatat Kabupaten Sidenreng Rappang 5,63 persen dengan IHK 108,33. Sementara inflasi terendah di Kota Makassar 3,82 persen dengan IHK 109,88.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Umum Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Khaerul Agus menjelaskan inflasi y-on-y tersebut dipicu kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
“Kenaikan harga ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran,” kata Khaerul pada rilis berita resmi statistik dalam jaringan, baru-baru ini.
Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks antara lain makanan, minuman dan tembakau 3,59 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 11,67 persen. Kelompok kesehatan 1,5 persen, serta transportasi 0,2 persen.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,9 persen. Pendidikan 0,83 persen. Penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,52 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 16,07 persen.


Discussion about this post