PENASULTRA.ID, KENDARI – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari memperkuat strategi intervensi harga pangan.
Langkah ini diwujudkan melalui penambahan 70 unit kios pangan digital baru serta penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) berbasis Business to Business (B2B).
Kesepakatan strategis tersebut merupakan hasil dari Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan 2026 yang digelar di Aula Wakatobi KPw BI Sultra, Rabu 15 April 2026.
Pertemuan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, hingga Tim Penggerak PKK.
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi mengatakan, kehadiran kios pangan digital bertujuan untuk memberikan akses belanja yang transparan bagi masyarakat.
Kios-kios ini telah terintegrasi dengan sistem pembayaran non-tunai QRIS untuk memastikan transaksi berjalan efisien.
“Masyarakat bisa membeli dengan harga wajar yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi atau HET. Digitalisasi ini memudahkan pengawasan sekaligus memberikan kenyamanan dalam bertransaksi,” kata Edwin.
Selain digitalisasi, Edwin menyoroti pentingnya KAD bagi Kota Kendari yang memiliki ketergantungan tinggi pada pasokan komoditas dari luar daerah, seperti telur, daging, dan beras.
Ia mendorong agar komoditas lokal Sultra dari wilayah seperti Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur dapat langsung diserap oleh pasar Kendari.
“Jangan sampai hasil bumi Sultra dibawa keluar daerah terlebih dahulu, lalu kembali lagi ke sini dengan harga yang jauh lebih tinggi. Sinergi ini harus diperkuat,” ujar Edwin.


Discussion about this post