Kepala DPPKB Konawe Selatan, Boni Lambang Pramana menilai inovasi Desa Wunduwatu sebagai langkah maju dalam pengendalian kependudukan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Pendekatan berbasis data memungkinkan intervensi program KB dan kesehatan dilakukan lebih tepat sasaran. Ini sangat efektif dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Andoolo, Sutami Silondae menyebut Desa Wunduwatu sebagai role model bagi desa lain di wilayahnya.
“Wunduwatu telah membuktikan bahwa desa bisa maju dengan memanfaatkan data sebagai dasar pembangunan. Ini adalah contoh nyata implementasi pemerintahan desa modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.
Di sektor pendidikan, Rumah Data Desa juga dimanfaatkan untuk memetakan kualitas sumber daya manusia secara komprehensif. Data siswa hingga lulusan perguruan tinggi dihimpun dan dianalisis untuk mengidentifikasi angka putus sekolah, kondisi psikologis masyarakat, hingga dampak sosial lainnya.
Sementara itu, sektor ekonomi turut diperkuat melalui pendataan UMKM secara detail dan berkelanjutan. Program pemberdayaan masyarakat pun dirancang lebih spesifik sesuai kebutuhan riil warga.
Dampak dari sistem ini mulai terlihat nyata, mulai dari efisiensi anggaran, konsistensi program, peningkatan transparansi dan akuntabilitas, hingga percepatan pengambilan keputusan.
Desa Wunduwatu kini tidak hanya berbicara tentang pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana membaca realitas secara akurat melalui data.
Di tengah tantangan pembangunan desa di Indonesia, Wunduwatu menghadirkan pesan kuat bahwa masa depan desa terletak pada kemampuan mengelola informasi menjadi keputusan.
Dengan mengusung semangat pembangunan daerah dalam tagline SETARA Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SETARA) desa ini telah membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan data yang kuat, keputusan menjadi tepat. Dan dengan keputusan yang tepat, kesejahteraan bukan lagi sekadar harapan melainkan kepastian.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post