PENASULTRA.ID, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan kinerja industri perbankan di wilayah Bumi Anoa tumbuh positif hingga awal 2026.
Pertumbuhan positif ini mencakup aspek aset, penghimpunan dana, hingga penyaluran kredit.
Berdasarkan data OJK per Januari 2026, total aset perbankan di Sultra tercatat mencapai Rp61,68 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,51 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp62,53 triliun, aset mengalami sedikit fluktuasi namun tetap tumbuh secara tahunan.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, penguatan aset ini didorong oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) serta penyaluran kredit yang tetap produktif.
“Total DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp33,64 triliun atau tumbuh 6,22 persen secara yoy. Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp42,59 triliun, tumbuh 5,11 persen dibandingkan Januari tahun lalu,” kata Bismi, Kamis 5 Maret 2026.
Tabungan masih mendominasi dengan pangsa pasar mencapai 65,3 persen atau senilai Rp21,97 triliun.
Menariknya, instrumen Giro mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara tahunan, yakni melonjak 11,1 persen (yoy) menjadi Rp6,28 triliun. Sementara itu, Deposito berkontribusi sebesar 16 persen dengan nilai Rp5,40 triliun.
Dari sisi kualitas kredit, OJK memastikan industri perbankan di Sultra dalam kondisi sehat. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) terkendali di level 2,10 persen.


Discussion about this post