• Latest
  • Trending
  • All
  • #Headline
  • Advetorial
  • Kepulauan
  • Daratan

Digitalisasi, Guru, dan Infrastruktur: Tiga Pilar PHTC Menuju Pendidikan Modern

23 Mei 2025

Peringati HLH 2026, PT Vale dan Pemkab Kolaka Tanam Pohon Bareng Siswa

25 Juni 2026

Dari Pekarangan Rumah ke Meja Makan: ANTAM Dorong Kemandirian Pangan di Desa Mowundo

25 Juni 2026

Aksi Go Green, BPJamsostek Sultra Tanam Mangrove di Pesisir Bungkutoko Kendari

25 Juni 2026

Dorong Tenaga Kerja Lokal Terampil, PT Vale Gelar Pelatihan Operator Alat Berat

24 Juni 2026

Model Cilik Asal Sultra Borong Penghargaan di Supra Stars Indonesia 2026

23 Juni 2026

Wabup Sinjai Minta Warga Tak Takut Disensus

23 Juni 2026

Wamenaker Ajak Generasi Muda Optimalkan Potensi Digital di Sektor UMKM

23 Juni 2026

ANTAM Konut Dorong Budaya Pilah Sampah Melalui Edukasi dan Aksi Nyata

23 Juni 2026

Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium di Mandalika Racing Series Ronde 2

23 Juni 2026

Cegah Investasi Bodong, OJK Sultra Ajak Mahasiswa Terapkan Prinsip 2L

22 Juni 2026

Jangkau hingga Pelosok Sultra, Kalla Toyota Beri Jaminan Servis Tanpa Batas

22 Juni 2026

Pertamina Sulawesi Salurkan Santunan dan Pererat Toleransi di Poso

22 Juni 2026
Jumat, 26 Juni 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Profil
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Hak Jawab
Penasultra.id
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
Penasultra.id
No Result
View All Result
  • #Headline
  • PenaPembaca
  • PenaHealth
  • PenaKuliner
  • PenaOto
  • LayarPena
  • PenaSport
  • LensaPena
  • FigurPena
ADVERTISEMENT
Home PenaPembaca

Digitalisasi, Guru, dan Infrastruktur: Tiga Pilar PHTC Menuju Pendidikan Modern

Redaksi Penasultra.id by Redaksi Penasultra.id
23 Mei 2025
in PenaPembaca
A A
0

Ilustrasi. Foto: goresanilmu

4
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Oleh: Fadil Maman

Pendidikan yang bermutu merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Namun, untuk mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu bagi seluruh anak bangsa, diperlukan keterlibatan kolektif seluruh unsur masyarakat.

Partisipasi semesta—yakni sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, institusi pendidikan, masyarakat, dunia usaha, serta organisasi masyarakat sipil—menjadi pilar yang tak tergantikan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Secara yuridis, amanat partisipasi semua unsur dalam pendidikan tercermin dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga.

Historisnya, sejak masa kemerdekaan, pendidikan selalu menjadi alat perjuangan bangsa dalam membentuk manusia merdeka dan berkarakter. Bung Karno pernah menyatakan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pendidikan.”

Secara filosofis, pendidikan merupakan instrumen pembebasan dan pemberdayaan (Freire, 1970), yang tidak hanya menyalurkan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kritis.

Secara sosiologis, partisipasi semesta menciptakan kontrol sosial dan kesadaran kolektif yang mendorong pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan (Durkheim, 1912).

Realitas Dalam Pendidikan Indonesia Saat Ini

Realitas yang kita hadapi masih jauh dari ideal. Temuan PISA 2022 menunjukkan bahwa literasi siswa Indonesia berada di peringkat 39 dari 41 negara yang disurvei. Meskipun peringkat meningkat dari tahun sebelumnya, skor literasi justru mengalami penurunan, mengindikasikan adanya permasalahan substansial dalam efektivitas pembelajaran dan literasi dasar siswa (OECD, 2023).

Ketimpangan antara peningkatan peringkat dan penurunan skor ini menjadi tanda bahwa reformasi kebijakan pendidikan belum sepenuhnya menyentuh aspek kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

Menurut teori Input-Process-Output dalam pendidikan, ketidakseimbangan antara input (kurikulum, guru, fasilitas) dan proses (metode mengajar, pengawasan, keterlibatan orang tua) dapat menghasilkan output yang tidak optimal—sekalipun reformasi dilakukan secara struktural.

Situasi ini diperparah dengan data Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2025, yang mencatat bahwa indeks integritas sektor pendidikan Indonesia hanya mencapai skor 69,50, masuk dalam level “korektif”.

Ini mengindikasikan persoalan serius dalam tata kelola pendidikan, termasuk praktik pungutan liar, penyimpangan alokasi anggaran BOS, hingga manipulasi nilai ujian nasional di beberapa daerah.

Teori Good Governance menekankan bahwa sistem pendidikan yang sehat harus ditopang oleh transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan. Ketika prinsip-prinsip ini tidak terwujud, maka ekosistem pendidikan akan terus berada dalam siklus disfungsional (Sukma & Leelasantitham, 2022).

Fenomena yang mengkhawatirkan juga muncul di tingkat lokal. Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Bali, dalam laporan evaluasi semester genap tahun 2024/2025, menyatakan bahwa sebanyak 23,8% siswa SMP kelas 7 belum mampu membaca teks naratif sederhana dengan lancar.

Ini menjadi ironi karena survei yang sama menunjukkan bahwa lebih dari 87% siswa tersebut memiliki akses harian terhadap media sosial seperti TikTok dan Instagram. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa literasi digital berkembang jauh lebih cepat daripada literasi dasar—sebuah bentuk disorientasi literasi yang patut dikhawatirkan.

Fenomena serupa terjadi di jenjang SD, khususnya kelas atas. Berdasarkan hasil studi lapangan yang dilakukan oleh Balitbang Kemdikbudristek pada Maret 2025, ditemukan bahwa 1 dari 4 siswa kelas 5 SD di kota-kota besar di Indonesia mengaku lebih senang belajar dari konten YouTube ketimbang buku teks.

Sementara itu, hanya 34% dari total siswa yang mampu menyelesaikan bacaan 5 paragraf dengan pemahaman penuh. Hal ini mengindikasikan perubahan pola kognisi anak-anak Indonesia yang dipengaruhi oleh era digital yang serba cepat dan visual.

Menurut Jean Twenge dalam teorinya tentang iGen, generasi yang tumbuh dengan media digital cenderung mengalami penurunan attention span dan preferensi terhadap konten instan, yang berdampak pada rendahnya daya serap terhadap bacaan panjang dan kompleks (Kemdikbudristek, 2025).

Situasi di SMA tidak lebih baik. Berdasarkan evaluasi internal oleh Forum Guru Nasional (FGN) tahun 2025, ditemukan bahwa hanya 41,6% siswa SMA kelas 11 yang memiliki kemampuan literasi argumentatif memadai—yaitu kemampuan menyusun opini berdasarkan data dan fakta.

Rendahnya kemampuan ini berdampak langsung pada kesiapan siswa dalam menghadapi dunia akademik maupun kerja yang menuntut berpikir kritis dan reflektif. Fenomena ini sejalan dengan temuan dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), yang menyebutkan bahwa hanya 32% peserta UTBK 2024 yang mampu menjawab soal bacaan kritis dengan benar lebih dari 70% (FGN, 2025).

Salah satu penyebab dari kondisi ini adalah lemahnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan kebijakan nasional dalam membentuk budaya literasi. Banyak sekolah masih terpaku pada paradigma penilaian numerik dan belum fokus pada pemahaman mendalam, sementara di sisi lain, keluarga belum sepenuhnya berperan sebagai fasilitator literasi di rumah.

Ditambah lagi, minimnya kebijakan pembinaan literasi berbasis komunitas menyebabkan banyak siswa kehilangan ruang reflektif di luar kelas. Menurut teori Ecological Systems dari Bronfenbrenner, perkembangan kognitif dan moral siswa sangat dipengaruhi oleh interaksi antar sistem sosial seperti keluarga, sekolah, media, dan lingkungan sosial.

Jika salah satu sistem mengalami disfungsi, maka keseluruhan proses pembelajaran pun akan terganggu (Pradana, 2019).

Sebagai respons terhadap kondisi ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menggodok Peraturan Pemerintah tentang pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Kebijakan ini ditujukan untuk membatasi distraksi digital serta mendorong lahirnya ekosistem belajar yang lebih sehat. Meski demikian, pembatasan semata tidak cukup. Diperlukan pendekatan integratif yang menggabungkan pendidikan literasi digital, penguatan budaya membaca, serta pembaruan kurikulum berbasis pemikiran reflektif dan kritis.

Dengan segala tantangan ini, perbaikan sistemik tidak boleh ditunda. Data-data dan fenomena yang terjadi di SD, SMP, hingga SMA adalah peringatan keras bahwa Indonesia membutuhkan transformasi mendalam, bukan hanya dari segi regulasi, tetapi juga dari paradigma.

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi merupakan fondasi berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan secara etis. Tanpa literasi yang kuat, cita-cita Indonesia Emas 2045 bisa jadi hanya akan tinggal narasi kosong belaka.

PHTC Sebagai Jawaban Realitas Masa Kini

Menanggapi kompleksitas tantangan tersebut, pemerintah melalui Kemendikbudristek merumuskan sebuah pendekatan kebijakan transformatif yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hardiknas 2025, yaitu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Baca Juga

Teknologi-Guru Bergerak Bersama: PSF Dorong Pembelajaran yang Lebih Berdampak

Jaga Martabat Guru-Dosen, CALS Minta MK Tegaskan Batas Minimum Gaji

Kepala BKN Dorong Peningkatan Karier Guru hingga Jenjang Ahli Utama

ASR Serahkan TPG, THR dan Gaji ke-13 Guru di Sultra, Anggaran Capai Rp63 Miliar

Presiden menegaskan pentingnya perbaikan pendidikan yang tidak bisa lagi menunggu waktu puluhan tahun. Dalam pidatonya, ia menyatakan, “Kita harus memperbaiki sebanyak-banyaknya sekolah di seluruh Indonesia dalam waktu secepat-cepatnya.” Komitmen ini menandai babak baru dalam percepatan reformasi pendidikan nasional.

PHTC berdiri di atas tiga pilar utama: perbaikan infrastruktur pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan penguatan peran serta kesejahteraan guru. Pertama, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan difokuskan pada ribuan sekolah yang mengalami kerusakan berat, baik di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) maupun di daerah padat penduduk.

Data Kemendikbudristek menyebutkan bahwa lebih dari 48.000 sekolah di Indonesia saat ini berada dalam kondisi tidak layak (Kemendikbudristek, 2024), sehingga intervensi cepat menjadi sangat penting.

Kedua, digitalisasi pembelajaran dirancang sebagai respons terhadap tantangan era Society 5.0 dan penetrasi teknologi yang masif di kalangan generasi muda. PHTC menyediakan perangkat belajar digital kepada siswa dan pelatihan literasi digital bagi guru untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan berbasis teknologi.

Kajian oleh UNESCO (2022) menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan mampu meningkatkan retensi materi hingga 30% dibanding metode konvensional, jika didampingi dengan pelatihan guru yang memadai.

Page 1 of 2
12Next
Tags: DigitalisasiFadil MamanGuruInfrastrukturKemendikbudristek RIOpiniPendidikan ModernPengamat EkonomiPengamat PendidikanPHTCUIN SAIZU
Share2Tweet1SendShare
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pasang Iklan Penasultra

Ikuti Kami :

ADVERTISEMENT
Previous Post

Bareskrim Polri Bongkar Grup Facebook Penyebar Pornografi Anak

Next Post

SSB Gandeng Terex Hadirkan Rough Terrain Crane Berstandar Internasional

RelatedPosts

Ketika Kesalahan Sistem Merugikan Masyarakat

19 Juni 2026

Rahasia Kesehatan Jantung di Balik Tawaf

23 Mei 2026

Ironi Umat: Berebut Sujud di Tanah Suci, Meninggalkan Masjid di Tanah Air

21 Mei 2026

Menjaga Kebenaran Informasi di Era Disrupsi Media

18 Maret 2026

Advokat Perempuan dan Masa Depan Integritas Profesi Hukum

16 Maret 2026

Merawat Marwah Pers, Menyongsong 9 Tahun Pengabdian SMSI

4 Maret 2026
Load More
Next Post

SSB Gandeng Terex Hadirkan Rough Terrain Crane Berstandar Internasional

Discussion about this post

PenaEkobis

PenaEkobis

Cegah Investasi Bodong, OJK Sultra Ajak Mahasiswa Terapkan Prinsip 2L

by Redaksi Penasultra.id
22 Juni 2026
0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi memulai rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026.

Read moreDetails

Jangkau hingga Pelosok Sultra, Kalla Toyota Beri Jaminan Servis Tanpa Batas

22 Juni 2026

OJK Sultra Gandeng Mahasiswa Perkuat Literasi Keuangan Digital Generasi Muda

22 Juni 2026

Perkuat Literasi Keuangan Anak Muda, OJK dan Bank Sultra Luncurkan “OK BGT” Lewat Live Instagram

18 Juni 2026

OJK dan TPAKD Wakatobi Perkuat Sinergi Percepatan Program Prioritas Inklusi Keuangan

17 Juni 2026

Recommended Articles

Kadis Perindag Wakatobi Tak Tahu Penyebab Ambuknya Plafon Pasar Sentral

20 Agustus 2021

Ironi Peringatan Hari Ibu; Pemberdayaan Ekonomi atau Eksploitasi Ibu?

23 Desember 2022

Polsek Katobu Jebloskan Pelaku Kriminal Dibawah Umur ke Pesantren

23 Maret 2021

Tetap Update dan Terkoneksi saat di Jalan dengan RoadSync Duo pada Honda CUV e:

10 Februari 2025

Butuh Uluran Tangan, Bayi 8 Bulan Didiagnosis Stunting di RSUD Kota Kendari

28 Maret 2025
Load More

Populer Minggu Ini

  • Model Cilik Asal Sultra Borong Penghargaan di Supra Stars Indonesia 2026

    5 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Diduga Jual Dokumen Negara, Mantan Kadis PUPR Mubar Dipolisikan

    263 shares
    Share 105 Tweet 66
  • Wabup Sinjai Minta Warga Tak Takut Disensus

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Aksi Go Green, BPJamsostek Sultra Tanam Mangrove di Pesisir Bungkutoko Kendari

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Kuasa Hukum Andi Uci Beber Dugaan Penggelapan Saham PT Bososi Pratama

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
logo penasultra

penasultra.id
PT Pena Sultra Grup
(Penerbit/Pengelola Penasultra.id)
NPWP: 93.591.690.8-811.000

Kontak »

Advetorial

Peluh Prajurit TMMD 125 Jadi Harapan Baru Warga Nekudu Konawe

Evaluasi Pilkada 2024, Cara KPU Sultra Siapkan Strategi Pemilu Lebih Berkualitas

KPU Sultra Resmi Tetapkan Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih 2025-2030

Link Corner

  • Dewan Pers
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Serikat Media Siber Indonesia
  • Siberindo.co
  • Dinamikasultra.com
  • Triaspolitika.id
  • Metrosultra.id
  • Bikasmedia.com

  • Profil
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Hak Jawab
  • Kontak
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️

error: Maaf tidak bisa.!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
SMSI - Dewan Pers Penasultra.id

Ikuti Kami :

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️