• Latest
  • Trending
  • All
  • #Headline
  • Advetorial
  • Kepulauan
  • Daratan

Digitalisasi, Guru, dan Infrastruktur: Tiga Pilar PHTC Menuju Pendidikan Modern

23 Mei 2025

Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

23 Juli 2026

Kepala BKN Inisiasi Program ASN Dekat Keluarga

23 Juli 2026

Proyek HPAL Sambalagi Perkuat Masa Depan Hilirisasi Nikel Nasional

23 Juli 2026

BPJamsostek dan JAMDATUN Perkuat Penegakan Kepatuhan

22 Juli 2026

MNCTV Hadirkan Road to Kilau Raya di Klaten, Denada-Irfan Hakim Siap Menghibur

20 Juli 2026

Maxim Perkuat Dukungan bagi Pelaku Usaha Lokal di Sulawesi Tenggara

20 Juli 2026

Praktik Nepotisme di SPPG Muna Disorot, Kakak-Adik hingga Suami-Istri Bekerja di Satu Dapur MBG

19 Juli 2026

PWI Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan

19 Juli 2026

Sembilan Kasus DBD Tercatat, PT Vale Ajak Warga Puundoho Terapkan PHBS

18 Juli 2026

Begini Tanggapan Djohan Boy Soal Polemik Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna

18 Juli 2026

PT Vale Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

17 Juli 2026

Bupati Kolaka-PT Vale Dorong Investasi Berkelanjutan Lewat Leader Forum 2nd Edition

16 Juli 2026
Jumat, 24 Juli 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Profil
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Hak Jawab
Penasultra.id
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
Penasultra.id
No Result
View All Result
  • #Headline
  • PenaPembaca
  • PenaHealth
  • PenaKuliner
  • PenaOto
  • LayarPena
  • PenaSport
  • LensaPena
  • FigurPena
ADVERTISEMENT
Home PenaPembaca

Digitalisasi, Guru, dan Infrastruktur: Tiga Pilar PHTC Menuju Pendidikan Modern

Redaksi Penasultra.id by Redaksi Penasultra.id
23 Mei 2025
in PenaPembaca
A A
0

Ilustrasi. Foto: goresanilmu

4
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Oleh: Fadil Maman

Pendidikan yang bermutu merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Namun, untuk mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu bagi seluruh anak bangsa, diperlukan keterlibatan kolektif seluruh unsur masyarakat.

Partisipasi semesta—yakni sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, institusi pendidikan, masyarakat, dunia usaha, serta organisasi masyarakat sipil—menjadi pilar yang tak tergantikan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Secara yuridis, amanat partisipasi semua unsur dalam pendidikan tercermin dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga.

Historisnya, sejak masa kemerdekaan, pendidikan selalu menjadi alat perjuangan bangsa dalam membentuk manusia merdeka dan berkarakter. Bung Karno pernah menyatakan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pendidikan.”

Secara filosofis, pendidikan merupakan instrumen pembebasan dan pemberdayaan (Freire, 1970), yang tidak hanya menyalurkan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kritis.

Secara sosiologis, partisipasi semesta menciptakan kontrol sosial dan kesadaran kolektif yang mendorong pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan (Durkheim, 1912).

Realitas Dalam Pendidikan Indonesia Saat Ini

Baca Juga

Teknologi-Guru Bergerak Bersama: PSF Dorong Pembelajaran yang Lebih Berdampak

Jaga Martabat Guru-Dosen, CALS Minta MK Tegaskan Batas Minimum Gaji

Kepala BKN Dorong Peningkatan Karier Guru hingga Jenjang Ahli Utama

ASR Serahkan TPG, THR dan Gaji ke-13 Guru di Sultra, Anggaran Capai Rp63 Miliar

Realitas yang kita hadapi masih jauh dari ideal. Temuan PISA 2022 menunjukkan bahwa literasi siswa Indonesia berada di peringkat 39 dari 41 negara yang disurvei. Meskipun peringkat meningkat dari tahun sebelumnya, skor literasi justru mengalami penurunan, mengindikasikan adanya permasalahan substansial dalam efektivitas pembelajaran dan literasi dasar siswa (OECD, 2023).

Ketimpangan antara peningkatan peringkat dan penurunan skor ini menjadi tanda bahwa reformasi kebijakan pendidikan belum sepenuhnya menyentuh aspek kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

Menurut teori Input-Process-Output dalam pendidikan, ketidakseimbangan antara input (kurikulum, guru, fasilitas) dan proses (metode mengajar, pengawasan, keterlibatan orang tua) dapat menghasilkan output yang tidak optimal—sekalipun reformasi dilakukan secara struktural.

Situasi ini diperparah dengan data Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2025, yang mencatat bahwa indeks integritas sektor pendidikan Indonesia hanya mencapai skor 69,50, masuk dalam level “korektif”.

Ini mengindikasikan persoalan serius dalam tata kelola pendidikan, termasuk praktik pungutan liar, penyimpangan alokasi anggaran BOS, hingga manipulasi nilai ujian nasional di beberapa daerah.

Teori Good Governance menekankan bahwa sistem pendidikan yang sehat harus ditopang oleh transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan. Ketika prinsip-prinsip ini tidak terwujud, maka ekosistem pendidikan akan terus berada dalam siklus disfungsional (Sukma & Leelasantitham, 2022).

Fenomena yang mengkhawatirkan juga muncul di tingkat lokal. Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Bali, dalam laporan evaluasi semester genap tahun 2024/2025, menyatakan bahwa sebanyak 23,8% siswa SMP kelas 7 belum mampu membaca teks naratif sederhana dengan lancar.

Ini menjadi ironi karena survei yang sama menunjukkan bahwa lebih dari 87% siswa tersebut memiliki akses harian terhadap media sosial seperti TikTok dan Instagram. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa literasi digital berkembang jauh lebih cepat daripada literasi dasar—sebuah bentuk disorientasi literasi yang patut dikhawatirkan.

Fenomena serupa terjadi di jenjang SD, khususnya kelas atas. Berdasarkan hasil studi lapangan yang dilakukan oleh Balitbang Kemdikbudristek pada Maret 2025, ditemukan bahwa 1 dari 4 siswa kelas 5 SD di kota-kota besar di Indonesia mengaku lebih senang belajar dari konten YouTube ketimbang buku teks.

Sementara itu, hanya 34% dari total siswa yang mampu menyelesaikan bacaan 5 paragraf dengan pemahaman penuh. Hal ini mengindikasikan perubahan pola kognisi anak-anak Indonesia yang dipengaruhi oleh era digital yang serba cepat dan visual.

Menurut Jean Twenge dalam teorinya tentang iGen, generasi yang tumbuh dengan media digital cenderung mengalami penurunan attention span dan preferensi terhadap konten instan, yang berdampak pada rendahnya daya serap terhadap bacaan panjang dan kompleks (Kemdikbudristek, 2025).

Situasi di SMA tidak lebih baik. Berdasarkan evaluasi internal oleh Forum Guru Nasional (FGN) tahun 2025, ditemukan bahwa hanya 41,6% siswa SMA kelas 11 yang memiliki kemampuan literasi argumentatif memadai—yaitu kemampuan menyusun opini berdasarkan data dan fakta.

Rendahnya kemampuan ini berdampak langsung pada kesiapan siswa dalam menghadapi dunia akademik maupun kerja yang menuntut berpikir kritis dan reflektif. Fenomena ini sejalan dengan temuan dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), yang menyebutkan bahwa hanya 32% peserta UTBK 2024 yang mampu menjawab soal bacaan kritis dengan benar lebih dari 70% (FGN, 2025).

Salah satu penyebab dari kondisi ini adalah lemahnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan kebijakan nasional dalam membentuk budaya literasi. Banyak sekolah masih terpaku pada paradigma penilaian numerik dan belum fokus pada pemahaman mendalam, sementara di sisi lain, keluarga belum sepenuhnya berperan sebagai fasilitator literasi di rumah.

Ditambah lagi, minimnya kebijakan pembinaan literasi berbasis komunitas menyebabkan banyak siswa kehilangan ruang reflektif di luar kelas. Menurut teori Ecological Systems dari Bronfenbrenner, perkembangan kognitif dan moral siswa sangat dipengaruhi oleh interaksi antar sistem sosial seperti keluarga, sekolah, media, dan lingkungan sosial.

Jika salah satu sistem mengalami disfungsi, maka keseluruhan proses pembelajaran pun akan terganggu (Pradana, 2019).

Sebagai respons terhadap kondisi ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menggodok Peraturan Pemerintah tentang pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Kebijakan ini ditujukan untuk membatasi distraksi digital serta mendorong lahirnya ekosistem belajar yang lebih sehat. Meski demikian, pembatasan semata tidak cukup. Diperlukan pendekatan integratif yang menggabungkan pendidikan literasi digital, penguatan budaya membaca, serta pembaruan kurikulum berbasis pemikiran reflektif dan kritis.

Dengan segala tantangan ini, perbaikan sistemik tidak boleh ditunda. Data-data dan fenomena yang terjadi di SD, SMP, hingga SMA adalah peringatan keras bahwa Indonesia membutuhkan transformasi mendalam, bukan hanya dari segi regulasi, tetapi juga dari paradigma.

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi merupakan fondasi berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan secara etis. Tanpa literasi yang kuat, cita-cita Indonesia Emas 2045 bisa jadi hanya akan tinggal narasi kosong belaka.

PHTC Sebagai Jawaban Realitas Masa Kini

Menanggapi kompleksitas tantangan tersebut, pemerintah melalui Kemendikbudristek merumuskan sebuah pendekatan kebijakan transformatif yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hardiknas 2025, yaitu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Presiden menegaskan pentingnya perbaikan pendidikan yang tidak bisa lagi menunggu waktu puluhan tahun. Dalam pidatonya, ia menyatakan, “Kita harus memperbaiki sebanyak-banyaknya sekolah di seluruh Indonesia dalam waktu secepat-cepatnya.” Komitmen ini menandai babak baru dalam percepatan reformasi pendidikan nasional.

PHTC berdiri di atas tiga pilar utama: perbaikan infrastruktur pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan penguatan peran serta kesejahteraan guru. Pertama, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan difokuskan pada ribuan sekolah yang mengalami kerusakan berat, baik di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) maupun di daerah padat penduduk.

Data Kemendikbudristek menyebutkan bahwa lebih dari 48.000 sekolah di Indonesia saat ini berada dalam kondisi tidak layak (Kemendikbudristek, 2024), sehingga intervensi cepat menjadi sangat penting.

Kedua, digitalisasi pembelajaran dirancang sebagai respons terhadap tantangan era Society 5.0 dan penetrasi teknologi yang masif di kalangan generasi muda. PHTC menyediakan perangkat belajar digital kepada siswa dan pelatihan literasi digital bagi guru untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan berbasis teknologi.

Kajian oleh UNESCO (2022) menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan mampu meningkatkan retensi materi hingga 30% dibanding metode konvensional, jika didampingi dengan pelatihan guru yang memadai.

Page 1 of 2
12Next
Tags: DigitalisasiFadil MamanGuruInfrastrukturKemendikbudristek RIOpiniPendidikan ModernPengamat EkonomiPengamat PendidikanPHTCUIN SAIZU
Share2Tweet1SendShare
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pasang Iklan Penasultra

Ikuti Kami :

ADVERTISEMENT
Previous Post

Bareskrim Polri Bongkar Grup Facebook Penyebar Pornografi Anak

Next Post

SSB Gandeng Terex Hadirkan Rough Terrain Crane Berstandar Internasional

RelatedPosts

Politik Gimik yang Semakin Dominan

13 Juli 2026

Akrobat Politik KPK di Sumut Menyasar Ondim!

4 Juli 2026

Air Hujan Butuh Jalan: Saatnya Kendari Serius Benahi Drainase

30 Juni 2026

Ketika Kesalahan Sistem Merugikan Masyarakat

19 Juni 2026

Rahasia Kesehatan Jantung di Balik Tawaf

23 Mei 2026

Ironi Umat: Berebut Sujud di Tanah Suci, Meninggalkan Masjid di Tanah Air

21 Mei 2026
Load More
Next Post

SSB Gandeng Terex Hadirkan Rough Terrain Crane Berstandar Internasional

Discussion about this post

PenaEkobis

PenaEkobis

LPS Jamin 99,98 Persen Rekening Bank yang Ada di Sultra

by Redaksi Penasultra.id
13 Juli 2026
0

Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III menggelar LPS Media Meet Up Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026, Senin 13 Juli 2026.

Read moreDetails

Claro Kendari Luncurkan Paket Pernikahan Baru 2026, Gandeng Puluhan Vendor Kreatif

9 Juli 2026

Gandeng BPJamsostek, Pemkot Kendari Perluas Jangkauan Perlindungan bagi Pekerja Rentan

8 Juli 2026

Raih Tiga Penghargaan dalam Sepekan, Bank Sultra Tunjukkan Kinerja Solid

4 Juli 2026

The 40th Infobrand Forum Kupas Strategi Affiliate Marketing-Apresiasi Brand Berprestasi

2 Juli 2026

Recommended Articles

Peduli Masyarakat, Korem 143/HO dan KONI Sultra Sediakan 730 Rapid Test

25 Oktober 2020

Video: 68 Nakes di Puskesmas Tinanggea Disuntik Vaksin Sinovac

8 Februari 2021

Indosat Catat Kenaikan Lalu Lintas Data Double-Digit di Periode Tahun Baru

6 Januari 2025

Di Puncak Harganas, Wapres Ma’ruf Ingatkan: Keluarga Kunci Atasi Stunting

7 Juli 2023

Kolaborasi Bareng Haircoolest Barbershop, Party at Eden Rilis Single Kelima

2 Oktober 2025
Load More

Populer Minggu Ini

  • Praktik Nepotisme di SPPG Muna Disorot, Kakak-Adik hingga Suami-Istri Bekerja di Satu Dapur MBG

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Begini Tanggapan Djohan Boy Soal Polemik Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • PWI Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Sembilan Kasus DBD Tercatat, PT Vale Ajak Warga Puundoho Terapkan PHBS

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • PT Vale Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
logo penasultra

penasultra.id
PT Pena Sultra Grup
(Penerbit/Pengelola Penasultra.id)
NPWP: 93.591.690.8-811.000

Kontak »

Advetorial

Peluh Prajurit TMMD 125 Jadi Harapan Baru Warga Nekudu Konawe

Evaluasi Pilkada 2024, Cara KPU Sultra Siapkan Strategi Pemilu Lebih Berkualitas

KPU Sultra Resmi Tetapkan Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih 2025-2030

Link Corner

  • Dewan Pers
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Serikat Media Siber Indonesia
  • Siberindo.co
  • Dinamikasultra.com
  • Triaspolitika.id
  • Metrosultra.id
  • Bikasmedia.com

  • Profil
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Hak Jawab
  • Kontak
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️

error: Maaf tidak bisa.!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
SMSI - Dewan Pers Penasultra.id

Ikuti Kami :

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️