• Latest
  • Trending
  • All
  • #Headline
  • Advetorial
  • Kepulauan
  • Daratan

TKA dan Upaya Membaca Realitas Pendidikan Indonesia Secara Objektif

12 Januari 2026

Polres-Kodim 1416/Muna Perkuat Sinergi Lewat Kunjungan ke KDMP

14 Juli 2026

Ratusan Orang Tua Siswa di Muna Geruduk KCD, Ini Sebabnya

14 Juli 2026

Beasiswa SEMESTA Dibuka, Kuliah S1 Gratis dan Langsung Kerja

13 Juli 2026

Penyanyi Wanita Bertopeng Rilis EP dan Single Baru Berjudul ‘Pacar Virtual’

13 Juli 2026

Politik Gimik yang Semakin Dominan

13 Juli 2026

Dukung Perjuangan Garuda di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Live di RCTI

13 Juli 2026

LPS Jamin 99,98 Persen Rekening Bank yang Ada di Sultra

13 Juli 2026

Resmi Disumpah Jadi Advokat, Dr. Umar Marhum: Jurnalis Tak Boleh Dikriminalisasi

12 Juli 2026

PT Vale Promosi Produk UMKM Binaan di Perayaan HKG PKK Nasional-HUT Dekranas

11 Juli 2026

Lantik Sesmenpora-Deputi, Erick Thohir Harap Sport Industry Indonesia Naik Kelas

11 Juli 2026

Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas

9 Juli 2026

Claro Kendari Luncurkan Paket Pernikahan Baru 2026, Gandeng Puluhan Vendor Kreatif

9 Juli 2026
Rabu, 15 Juli 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Profil
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Hak Jawab
Penasultra.id
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
No Result
View All Result
Penasultra.id
No Result
View All Result
  • #Headline
  • PenaPembaca
  • PenaHealth
  • PenaKuliner
  • PenaOto
  • LayarPena
  • PenaSport
  • LensaPena
  • FigurPena
ADVERTISEMENT
Home PenaPembaca

TKA dan Upaya Membaca Realitas Pendidikan Indonesia Secara Objektif

Redaksi Penasultra.id by Redaksi Penasultra.id
12 Januari 2026
in PenaPembaca
A A
0

Ilustrasi tiga anak SD sedang pulang sekolah. Foto: Kemendikdasmen.go.id

3
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Oleh: Shinta Nur

Selama bertahun-tahun, perdebatan tentang mutu pendidikan di Indonesia kerap berputar di ruang yang sama: saling menyalahkan tanpa pijakan data yang kokoh. Wacana publik sering kali ditopang oleh pengalaman lokal yang parsial, persepsi subjektif, atau indikator yang terfragmentasi antarwilayah.

Akibatnya, pembicaraan tentang kualitas pendidikan lebih sering menjadi opini normatif ketimbang refleksi berbasis bukti.

Di tengah situasi inilah kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) menemukan relevansinya—bukan sekadar sebagai instrumen asesmen baru, melainkan sebagai upaya negara menghadirkan cara pandang yang lebih jernih dalam membaca realitas pendidikan nasional secara objektif, terukur, dan berbasis data.

Pelaksanaan TKA tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C menjadi titik awal dari ikhtiar tersebut. Meski dirancang bersifat tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan, respons publik justru menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Sekitar 3,56 juta murid dari total 4,1 juta sasaran tercatat mengikuti TKA—sebuah angka yang mencerminkan kepercayaan sekaligus harapan terhadap instrumen ini. Partisipasi tersebut bukan sekadar statistik administratif, melainkan sinyal bahwa TKA dipandang relevan untuk memotret capaian akademik secara lebih adil.

Ditopang pelaksanaan penuh berbasis Computer Based Testing (CBT) tanpa ujian manual, TKA juga menandai keseriusan negara membangun sistem asesmen yang modern, terstandar, dan mampu menjawab tantangan pengukuran mutu pendidikan di era data.

TKA sebagai Instrumen Diagnosis Nasional

Salah satu kontribusi paling signifikan dari Tes Kemampuan Akademik (TKA) terletak pada fungsinya sebagai alat diagnosis nasional. Berbeda dengan asesmen konvensional yang kerap berhenti pada penilaian individu atau sekadar pelaporan nilai akhir, TKA dirancang untuk membaca pola capaian pembelajaran secara agregat dan lintas wilayah.

Dengan pendekatan ini, negara tidak hanya mengetahui “siapa yang unggul” atau “siapa yang tertinggal”, tetapi lebih jauh mampu menangkap gambaran struktural tentang bagaimana proses pembelajaran bekerja di ruang-ruang kelas yang berbeda.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa TKA memiliki tiga fungsi utama: memotret capaian pembelajaran (assessment of learning), menjadi dasar perbaikan proses belajar (assessment for learning), serta menjadi bagian dari sistem evaluasi yang mendorong refleksi siswa dan sekolah (assessment as learning).

Kerangka ini memperlihatkan bahwa TKA tidak diposisikan sebagai tujuan akhir pendidikan, melainkan sebagai alat bantu strategis dalam siklus peningkatan mutu pembelajaran yang berkelanjutan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pandangan teoretis Benjamin Bloom yang menempatkan asesmen sebagai komponen integral dari pembelajaran, bukan sekadar alat pengukur hasil akhir (Kasanah & Pratama, 2024).

Dalam kerangka Bloom, asesmen yang efektif justru berfungsi sebagai mekanisme umpan balik—memberi informasi kepada guru, sekolah, dan pembuat kebijakan tentang sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai dan di mana intervensi perlu dilakukan.

TKA mengadopsi semangat ini dengan menyediakan data yang tidak hanya merekam capaian siswa, tetapi juga membuka ruang evaluasi kebijakan berbasis bukti. Dengan kata lain, asesmen tidak berhenti pada angka, melainkan menjadi pintu masuk bagi refleksi sistemik dan perbaikan terarah.

Baca Juga

Peringati HANI dan Harganas, Bank Sultra Kucurkan CSR Pendidikan Rp200 Juta di Kolut

BPK Sultra Dorong Transformasi PPG Wujudkan Asta Cita Pendidikan 2045

Investasi Nyata untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia

Ketika Guru Honorer Menjadi Penyangga Pendidikan Nasional

Dari sisi metodologi, penggunaan Item Response Theory (IRT) dengan model dua parameter logistik semakin mengukuhkan posisi TKA sebagai instrumen yang valid dan reliabel. Penilaian tidak semata-mata bergantung pada jumlah jawaban benar, tetapi juga mempertimbangkan tingkat kesulitan dan daya pembeda setiap butir soal.

Pendekatan ini memungkinkan interpretasi hasil yang lebih adil, karena kemampuan siswa tidak direduksi menjadi skor mentah yang rentan bias konteks.

Dalam literatur asesmen modern, model IRT dipandang mampu meningkatkan keadilan pengukuran sekaligus memperkuat akurasi pemetaan kemampuan akademik, terutama dalam asesmen berskala besar dan beragam latar peserta (Arta, 2024).

Dengan fondasi metodologis tersebut, TKA tampil bukan hanya sebagai alat evaluasi, melainkan sebagai instrumen diagnosis yang memberi arah bagi pembenahan mutu pendidikan secara lebih presisi.

Cermin Jujur Mutu Pembelajaran

Data hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menghadirkan potret yang jujur—bahkan cenderung tidak nyaman—tentang kondisi pembelajaran nasional. Untuk pertama kalinya dalam skema asesmen baru, publik disuguhi gambaran capaian akademik yang relatif bebas dari bias nilai rapor dan perbedaan standar antar-satuan pendidikan.

Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata nilai mata pelajaran wajib masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Secara nasional, nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat sebesar 55,38, Matematika hanya 36,10, dan Bahasa Inggris bahkan berada di angka 24,93 dari skala 0–100 (Kemendikdasmen, 2025).

Angka-angka ini tidak dapat dibaca secara simplistis sebagai kegagalan individu siswa, melainkan harus dipahami sebagai refleksi sistemik atas efektivitas pembelajaran, kualitas pedagogi, serta kesenjangan sumber daya pendidikan yang masih nyata di berbagai wilayah.

Namun, di balik capaian rendah pada mata pelajaran inti, data TKA juga memperlihatkan sisi lain yang kerap luput dari perdebatan publik.

Page 1 of 2
12Next
Tags: KemendikdasmenOpiniPendidikanTes Kemampuan Akademik
Share1Tweet1SendShare
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pasang Iklan Penasultra

Ikuti Kami :

ADVERTISEMENT
Previous Post

Memaknai Tes Kemampuan Akademik sebagai Basis Pemetaan Mutu Pendidikan

Next Post

Satresnarkoba Polres Konsel Ungkap Peredaran Sabu 71,78 Gram di Tinanggea

RelatedPosts

Politik Gimik yang Semakin Dominan

13 Juli 2026

Akrobat Politik KPK di Sumut Menyasar Ondim!

4 Juli 2026

Air Hujan Butuh Jalan: Saatnya Kendari Serius Benahi Drainase

30 Juni 2026

Ketika Kesalahan Sistem Merugikan Masyarakat

19 Juni 2026

Rahasia Kesehatan Jantung di Balik Tawaf

23 Mei 2026

Ironi Umat: Berebut Sujud di Tanah Suci, Meninggalkan Masjid di Tanah Air

21 Mei 2026
Load More
Next Post

Satresnarkoba Polres Konsel Ungkap Peredaran Sabu 71,78 Gram di Tinanggea

Discussion about this post

PenaEkobis

PenaEkobis

LPS Jamin 99,98 Persen Rekening Bank yang Ada di Sultra

by Redaksi Penasultra.id
13 Juli 2026
0

Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III menggelar LPS Media Meet Up Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026, Senin 13 Juli 2026.

Read moreDetails

Claro Kendari Luncurkan Paket Pernikahan Baru 2026, Gandeng Puluhan Vendor Kreatif

9 Juli 2026

Gandeng BPJamsostek, Pemkot Kendari Perluas Jangkauan Perlindungan bagi Pekerja Rentan

8 Juli 2026

Raih Tiga Penghargaan dalam Sepekan, Bank Sultra Tunjukkan Kinerja Solid

4 Juli 2026

The 40th Infobrand Forum Kupas Strategi Affiliate Marketing-Apresiasi Brand Berprestasi

2 Juli 2026

Recommended Articles

Putra Mantan Bupati Arusani Maju di Pilkada Busel, Bidik PDIP

21 April 2024

Kapolres Baubau Paparkan Kesiapan Pembentukan Polres Buteng

16 Juni 2022

Mesin PLN Berkapasitas 35 Ribu MW Siap Terangi Pulau Kabaena 24 Jam

12 November 2023

Gelar Tur di Sulsel, Bless The Knights Guncang Prolog Fest 2024

4 Juli 2024

Jason Ranti Rilis Single Baru Bertajuk ‘Hari-Hari Musik’

12 Maret 2024
Load More

Populer Minggu Ini

  • Ratusan Orang Tua Siswa di Muna Geruduk KCD, Ini Sebabnya

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Kejurda Pabersi Sultra Resmi Digelar di Baubau, Puluhan Lifter Siap Unjuk Kekuatan

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Resmi Disumpah Jadi Advokat, Dr. Umar Marhum: Jurnalis Tak Boleh Dikriminalisasi

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Polres-Kodim 1416/Muna Perkuat Sinergi Lewat Kunjungan ke KDMP

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
  • BPJamsostek Cover Biaya Perawatan Pembalap-Panitia Muna Cup Race 1 yang Alami Kecelakaan

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
logo penasultra

penasultra.id
PT Pena Sultra Grup
(Penerbit/Pengelola Penasultra.id)
NPWP: 93.591.690.8-811.000

Kontak »

Advetorial

Peluh Prajurit TMMD 125 Jadi Harapan Baru Warga Nekudu Konawe

Evaluasi Pilkada 2024, Cara KPU Sultra Siapkan Strategi Pemilu Lebih Berkualitas

KPU Sultra Resmi Tetapkan Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih 2025-2030

Link Corner

  • Dewan Pers
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Serikat Media Siber Indonesia
  • Siberindo.co
  • Dinamikasultra.com
  • Triaspolitika.id
  • Metrosultra.id
  • Bikasmedia.com

  • Profil
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Hak Jawab
  • Kontak
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️

error: Maaf tidak bisa.!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Sulawesi Tenggara
    • MetroKendari
    • Daratan Sultra
      • Bombana
      • Kolaka
      • Koltim
      • Kolut
      • Konawe
      • Konsel
      • Konut
    • Sultra Kepulauan
      • Konkep
      • Baubau
      • Buton
      • Buteng
      • Butur
      • Busel
      • Mubar
      • Muna
      • Wakatobi
  • Gaya Hidup
    • PenaEntertain
    • PenaHealth
    • PenaKuliner
    • PenaOto
    • PenaTekno
    • PenaDestinasi
  • Style Pena
    • PodcastPena
    • FigurPena
    • LayarPena
    • LensaPena
    • PenaPembaca
  • News Room
    • PenaNusantara
    • PenaEkobis
    • PenaHukrim
    • PenaSport
    • PenaEdukasi
    • PenaPolitik
    • PenaCelebes
    • PenaMancanegara
  • Advetorial
  • Link Corner
    • Dewan Pers
    • Persatuan Wartawan Indonesia
    • Serikat Media Siber Indonesia
    • Siberindo.co
    • Dinamika Sultra
    • Trias Politika
    • Metrosultra.id
    • Bikasmedia.com
SMSI - Dewan Pers Penasultra.id

Ikuti Kami :

Copyright © 2023 Penasultra.id, Made with ❤️